Tak disangka, HSBC ikut menyiramkan air dingin kepada CoreWeave, yang beberapa hari terakhir habis-habisan dikritik.

Perusahaan ini pernah menjadi saham populer di tengah tren AI. Bisnisnya adalah meminjam uang untuk membeli banyak kartu grafis Nvidia, membangun pusat data, lalu menyewakannya kepada perusahaan AI seperti OpenAI dan Microsoft, dengan menarik biaya sewa berdasarkan waktu pemakaian.

Namun, dalam enam bulan terakhir, harga sahamnya anjlok hampir setengahnya. Pekan ini, sahamnya bahkan jatuh di bawah 58 dolar AS, mencapai titik terendah dalam setahun.

Penyebabnya adalah utang perusahaan yang sangat besar. Mereka mengandalkan pinjaman untuk membeli kartu grafis, sementara suku bunga di AS masih tinggi sehingga biaya pinjaman makin mahal. Akibatnya, tingkat leverage perusahaan sudah mentok.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah analis juga menilai pendapatan CoreWeave mungkin tak cukup untuk membayar bunga pinjamannya. Bahkan, para analis JPMorgan mulai menghitung seberapa besar dampaknya terhadap Wall Street jika perusahaan itu sampai gagal membayar utang.

Laporan terbaru HSBC lebih blak-blakan lagi: bisnis perusahaan ini tidak memiliki keunggulan khusus. Mereka hanya menyewakan seluruh server yang dilengkapi kartu grafis kepada segelintir pelanggan besar.

Dengan kapasitas komputasi yang sama, pendapatan yang dihasilkan dalam setahun sekitar 30 persen lebih rendah daripada Amazon dan Microsoft, karena kedua perusahaan itu memiliki keunggulan sebagai raksasa teknologi. Selain itu, pertumbuhan perusahaan AI yang mengembangkan model besar mulai melambat, sehingga permintaan akan kapasitas komputasi sementara yang berharga mahal bisa menurun. Tekanan di pasar obligasi juga membuat CoreWeave tak berani berekspansi lagi.

Kabar baiknya, Goldman Sachs dan sejumlah pihak lainnya masih sangat optimistis terhadap perusahaan ini.