Perdagangan kontrak berjangka (Futures) mata uang kripto pertama kali dimulai pada 2014 melalui platform BitMEX. Kemudian, pasar ini berkembang pesat pada 2016 dengan hadirnya "kontrak perpetual" yang menggunakan tingkat pendanaan (Funding Rates) dan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.
Hal-hal utama yang berubah di pasar setelah hadirnya futures:
Perdagangan dua arah: Trader kini dapat membuka posisi untuk meraih keuntungan saat harga turun (Short), maupun saat harga naik (Long).
Peningkatan likuiditas: Penggunaan leverage meningkatkan volume perdagangan harian di pasar berkali-kali lipat dibandingkan pasar spot (Spot).
Fenomena likuidasi paksa: Konsep likuidasi posisi (Liquidation) pun muncul. Hal ini dapat memicu volatilitas dan pergerakan harga yang tajam dan cepat ketika posisi ditutup secara paksa.
Indikator likuiditas baru: Tingkat pendanaan dan jumlah kontrak terbuka (Open Interest) menjadi alat utama untuk mengukur tren pasar dan volume likuiditas yang mengalir.
$BTC
Hal-hal utama yang berubah di pasar setelah hadirnya futures:
Perdagangan dua arah: Trader kini dapat membuka posisi untuk meraih keuntungan saat harga turun (Short), maupun saat harga naik (Long).
Peningkatan likuiditas: Penggunaan leverage meningkatkan volume perdagangan harian di pasar berkali-kali lipat dibandingkan pasar spot (Spot).
Fenomena likuidasi paksa: Konsep likuidasi posisi (Liquidation) pun muncul. Hal ini dapat memicu volatilitas dan pergerakan harga yang tajam dan cepat ketika posisi ditutup secara paksa.
Indikator likuiditas baru: Tingkat pendanaan dan jumlah kontrak terbuka (Open Interest) menjadi alat utama untuk mengukur tren pasar dan volume likuiditas yang mengalir.
$BTC