Tahukah kamu mengapa 90% orang di dunia kripto pasti merugi?
Karena mereka sama sekali tidak paham cara berburu informasi.
Saya telah melihat begitu banyak orang yang setiap hari terpaku pada grafik candlestick, langsung ikut membeli begitu ada kabar, lalu panik setiap kali pasar bergerak.
Setelah sibuk seharian, biaya transaksi sudah banyak terbayar, tetapi saldo akun justru makin menipis.
Untuk mengubah keadaan ini, belajarlah memanfaatkan kesenjangan informasi terlebih dahulu, lalu susun aturan trading yang jelas.
Langkah pertama: hentikan kerugian dulu, jangan buru-buru berusaha balik modal.
Jika modalmu 3000U, kamu bisa mulai dengan membaginya:
2000U: utamakan aset kripto utama di pasar spot, lalu masuk secara bertahap.
800U: gunakan untuk peluang arbitrase atau trading jangka pendek dengan alasan yang jelas.
200U: sisihkan sebagai dana cadangan dan jangan mudah digunakan.
Sesuaikan persentase tersebut dengan kemampuanmu menanggung risiko. Terutama, jangan berpikir bahwa modal kecil bisa langsung berlipat ganda dengan leverage tinggi.
Langkah kedua: pelajari selisih harga dan tingkat pendanaan.
Terkadang ada perbedaan harga di antara bursa yang berbeda.
Tingkat pendanaan pada kontrak perpetual juga bisa membuka peluang arbitrase.
Namun, jangan buru-buru memasang order hanya karena melihat selisih harga. Kurangi dulu biaya transaksi, slippage, dan biaya pendanaan, lalu nilai risikonya setelah posisi dilindungnilaikan.
Contohnya, kamu bisa membeli aset spot di satu sisi dan membuka posisi short pada kontrak perpetual dengan nilai setara di sisi lain untuk mengurangi sebagian risiko fluktuasi harga. Namun, pelebaran basis, perubahan tingkat pendanaan, dan risiko bursa tetap bisa menyebabkan strategi arbitrase merugi.
Langkah ketiga: koin berkapitalisasi kecil punya peluang, tetapi risikonya juga lebih tinggi.
Koin yang belum lama diluncurkan sangat fluktuatif dan memang bisa mengalami pergerakan harga jangka pendek. Namun, masalah seperti likuiditas rendah, kepemilikan token yang terkonsentrasi, dan aksi jual mendadak juga sering terjadi.
Sebelum ikut bertransaksi, periksa volume perdagangan, likuiditas, jadwal pembukaan token, dan distribusi kepemilikan. Jika belum punya alasan masuk dan level stop-loss yang jelas, jangan buru-buru terjun.
Pada akhirnya, kesenjangan informasi memang penting di dunia kripto. Namun, yang lebih penting adalah apakah setelah mendapatkan informasi, kamu bisa menilai kebenarannya, menghitung biayanya dengan tepat, dan mengendalikan risiko.
Jangan terus-menerus berharap menemukan koin yang harganya bisa naik seratus kali lipat. Pahami dulu alasan di balik setiap transaksi dan kendalikan kerugian. Dengan begitu, akunmu punya peluang untuk tumbuh secara bertahap.
Karena mereka sama sekali tidak paham cara berburu informasi.
Saya telah melihat begitu banyak orang yang setiap hari terpaku pada grafik candlestick, langsung ikut membeli begitu ada kabar, lalu panik setiap kali pasar bergerak.
Setelah sibuk seharian, biaya transaksi sudah banyak terbayar, tetapi saldo akun justru makin menipis.
Untuk mengubah keadaan ini, belajarlah memanfaatkan kesenjangan informasi terlebih dahulu, lalu susun aturan trading yang jelas.
Langkah pertama: hentikan kerugian dulu, jangan buru-buru berusaha balik modal.
Jika modalmu 3000U, kamu bisa mulai dengan membaginya:
2000U: utamakan aset kripto utama di pasar spot, lalu masuk secara bertahap.
800U: gunakan untuk peluang arbitrase atau trading jangka pendek dengan alasan yang jelas.
200U: sisihkan sebagai dana cadangan dan jangan mudah digunakan.
Sesuaikan persentase tersebut dengan kemampuanmu menanggung risiko. Terutama, jangan berpikir bahwa modal kecil bisa langsung berlipat ganda dengan leverage tinggi.
Langkah kedua: pelajari selisih harga dan tingkat pendanaan.
Terkadang ada perbedaan harga di antara bursa yang berbeda.
Tingkat pendanaan pada kontrak perpetual juga bisa membuka peluang arbitrase.
Namun, jangan buru-buru memasang order hanya karena melihat selisih harga. Kurangi dulu biaya transaksi, slippage, dan biaya pendanaan, lalu nilai risikonya setelah posisi dilindungnilaikan.
Contohnya, kamu bisa membeli aset spot di satu sisi dan membuka posisi short pada kontrak perpetual dengan nilai setara di sisi lain untuk mengurangi sebagian risiko fluktuasi harga. Namun, pelebaran basis, perubahan tingkat pendanaan, dan risiko bursa tetap bisa menyebabkan strategi arbitrase merugi.
Langkah ketiga: koin berkapitalisasi kecil punya peluang, tetapi risikonya juga lebih tinggi.
Koin yang belum lama diluncurkan sangat fluktuatif dan memang bisa mengalami pergerakan harga jangka pendek. Namun, masalah seperti likuiditas rendah, kepemilikan token yang terkonsentrasi, dan aksi jual mendadak juga sering terjadi.
Sebelum ikut bertransaksi, periksa volume perdagangan, likuiditas, jadwal pembukaan token, dan distribusi kepemilikan. Jika belum punya alasan masuk dan level stop-loss yang jelas, jangan buru-buru terjun.
Pada akhirnya, kesenjangan informasi memang penting di dunia kripto. Namun, yang lebih penting adalah apakah setelah mendapatkan informasi, kamu bisa menilai kebenarannya, menghitung biayanya dengan tepat, dan mengendalikan risiko.
Jangan terus-menerus berharap menemukan koin yang harganya bisa naik seratus kali lipat. Pahami dulu alasan di balik setiap transaksi dan kendalikan kerugian. Dengan begitu, akunmu punya peluang untuk tumbuh secara bertahap.
