🚨🚨🚨Pergerakan besar Bitcoin berikutnya mungkin sama sekali tidak dimulai dari kripto. 👀

Sinyal yang perlu diperhatikan mungkin tersembunyi di pasar obligasi, harga minyak, dan dolar AS.
Ulasan terbaru menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak, imbal hasil Treasury yang lebih tinggi, dan dolar yang menguat menekan kripto. Bitcoin tidak diperdagangkan secara terpisah, jadi ketika kondisi makin ketat, investor sering bersikap hati-hati terhadap aset spekulatif.
Selain grafik BTC, ada tiga hal yang saya pantau:
1️⃣ Imbal hasil Treasury AS: Imbal hasil yang lebih tinggi dapat membuat aset yang lebih aman dan menghasilkan bunga menjadi lebih menarik dibandingkan aset berisiko.
2️⃣ Dolar AS: Dolar yang menguat sering beriringan dengan tekanan pada aset berisiko, meski kaitan ini berubah sepanjang siklus pasar.
3️⃣ Minyak dan ekspektasi inflasi: Energi yang lebih mahal dapat memicu kekhawatiran inflasi dan mengubah ekspektasi suku bunga.
Indikator-indikator ini tidak akan memberi tahu ke mana BTC akan bergerak selanjutnya. Indikator ini menunjukkan kondisi pasar tempat BTC diperdagangkan. Grafik yang bullish tetap bisa menghadapi tekanan makro, dan grafik yang bearish bisa pulih ketika tekanan mereda.
Itulah sebabnya saya menggabungkan struktur harga dengan gambaran ekonomi yang lebih luas, alih-alih hanya mengandalkan satu sinyal.
💬 Giliran Anda: Jika selama 30 hari ke depan Anda hanya bisa memantau SATU hal selain grafik BTC, mana yang akan Anda pilih: imbal hasil Treasury, dolar, atau minyak?
Ceritakan ALASANNYA. Saya ingin tahu pertimbangan Anda, bukan sekadar pilihannya.
$BTC #Bitcoin #BTC #Macro #WriteToEarn