Mana yang lebih berisiko: membuka posisi 10x dengan 1.000U atau 5x dengan 2.000U? Banyak orang trading kontrak, tapi salah hitung sejak langkah pertama!
Langsung ke intinya: kalau kedua posisi sama-sama bernilai 10.000U, perubahan harga koin sebesar 1% akan menghasilkan untung atau rugi sekitar 100U. Yang benar-benar membuat tingkat risikonya berbeda bukan hanya besar leverage, tetapi juga margin, ukuran posisi, dan pengaturan stop loss.
Membuka posisi 10x dengan 1.000U membutuhkan modal lebih sedikit, tetapi ruang penyangga marginnya relatif kecil. Membuka posisi 5x dengan 2.000U memberikan margin yang lebih besar. Dengan kondisi lain yang sama, biasanya posisi ini mampu menahan pergerakan berlawanan yang lebih besar.
Tapi Dao Ge mau mengingatkan satu hal: harga likuidasi bukanlah harga stop loss. Jangan mengira posisi yang masih bisa ditahan berarti aman!
Kalau tiba-tiba terjadi lonjakan harga tajam, menunggu sistem melikuidasi posisi bisa membuatmu kehilangan kesempatan untuk menanganinya sendiri. Belum lagi ada orang yang awalnya hanya berniat rugi 100U, tetapi begitu arah pasar berlawanan malah terus menambah posisi. Akhirnya, rugi kecil berubah jadi rugi besar.
Jadi, urutan Dao Ge saat trading kontrak selalu sederhana:
Tentukan dulu kerugian maksimal untuk transaksi ini, lalu hitung ukuran posisi berdasarkan jarak stop loss, dan baru setelah itu pertimbangkan leverage yang akan digunakan.
Punya 10.000U di akun bukan berarti harus selalu membuka posisi besar. Yakin dengan suatu arah pasar juga bukan berarti boleh menggunakan seluruh modal untuk membuka posisi.
Dalam trading kontrak, yang benar-benar menentukan bukan siapa yang memakai leverage paling tinggi, melainkan siapa yang bisa segera keluar saat perkiraannya salah.
Biasanya kamu trading kontrak dengan leverage 5x atau 10x, atau menyesuaikannya dengan kondisi pasar? Yuk, bahas di kolom komentar.
Kalau kamu masih belum tahu seberapa besar pergerakan yang bisa ditahan oleh posisimu, kamu bisa menghubungi Dao Ge untuk berdiskusi. Hitung risikonya dengan jelas dulu, baru pikirkan cara bertransaksi.
Langsung ke intinya: kalau kedua posisi sama-sama bernilai 10.000U, perubahan harga koin sebesar 1% akan menghasilkan untung atau rugi sekitar 100U. Yang benar-benar membuat tingkat risikonya berbeda bukan hanya besar leverage, tetapi juga margin, ukuran posisi, dan pengaturan stop loss.
Membuka posisi 10x dengan 1.000U membutuhkan modal lebih sedikit, tetapi ruang penyangga marginnya relatif kecil. Membuka posisi 5x dengan 2.000U memberikan margin yang lebih besar. Dengan kondisi lain yang sama, biasanya posisi ini mampu menahan pergerakan berlawanan yang lebih besar.
Tapi Dao Ge mau mengingatkan satu hal: harga likuidasi bukanlah harga stop loss. Jangan mengira posisi yang masih bisa ditahan berarti aman!
Kalau tiba-tiba terjadi lonjakan harga tajam, menunggu sistem melikuidasi posisi bisa membuatmu kehilangan kesempatan untuk menanganinya sendiri. Belum lagi ada orang yang awalnya hanya berniat rugi 100U, tetapi begitu arah pasar berlawanan malah terus menambah posisi. Akhirnya, rugi kecil berubah jadi rugi besar.
Jadi, urutan Dao Ge saat trading kontrak selalu sederhana:
Tentukan dulu kerugian maksimal untuk transaksi ini, lalu hitung ukuran posisi berdasarkan jarak stop loss, dan baru setelah itu pertimbangkan leverage yang akan digunakan.
Punya 10.000U di akun bukan berarti harus selalu membuka posisi besar. Yakin dengan suatu arah pasar juga bukan berarti boleh menggunakan seluruh modal untuk membuka posisi.
Dalam trading kontrak, yang benar-benar menentukan bukan siapa yang memakai leverage paling tinggi, melainkan siapa yang bisa segera keluar saat perkiraannya salah.
Biasanya kamu trading kontrak dengan leverage 5x atau 10x, atau menyesuaikannya dengan kondisi pasar? Yuk, bahas di kolom komentar.
Kalau kamu masih belum tahu seberapa besar pergerakan yang bisa ditahan oleh posisimu, kamu bisa menghubungi Dao Ge untuk berdiskusi. Hitung risikonya dengan jelas dulu, baru pikirkan cara bertransaksi.