Kemarin, seorang teman mengajakku mampir. Sudah lama kami tidak duduk bersama, jadi aku berkata, “Bro, hari ini kita ngobrolin sesuatu yang menarik, yuk. Ekonomi agen ini terus berkembang, tapi aku penasaran, sebenarnya semua ini bisa membawa kita ke mana.”

Dia tersenyum. “Bayangkan sebuah agen AI yang menemukan peluang bisnis, menyewa agen lain untuk melakukan riset, membayar agen ketiga untuk membangun layanan, lalu mulai melayani pelanggan. Di titik mana ia berhenti menjadi alat dan mulai menjadi sebuah bisnis?”

Jujur, aku terdiam sejenak. Soalnya, bro, memulai bisnis bukan sekadar mengerjakan tugas. Siapa yang memutuskan apa yang dibutuhkan pelanggan? Siapa yang menanggung risikonya kalau tak ada yang membeli? Dan bisakah agen menciptakan sesuatu yang bernilai tanpa manusia yang menentukan arahnya?

Aku berkata kepadanya, “Aku sudah membaca tentang Kite. Kite memosisikan dirinya sebagai infrastruktur untuk ekonomi seperti ini—memberikan identitas yang dapat diverifikasi kepada agen, wewenang yang didelegasikan, pembayaran yang dapat diprogram, serta cara untuk bertransaksi dengan layanan lain.”

Dia berkata, “Masuk akal, tapi infrastruktur pembayaran bisa membantu agen berbisnis. Itu tidak otomatis membuat bisnis mereka bagus, kan?”

Ucapan itu terus terngiang di benakku. Mungkin perubahan yang lebih besar bukan sekadar AI mengerjakan pekerjaan kita. AI berpotensi merangkai sendiri berbagai bagian untuk membangun sebuah bisnis—sementara manusia tetap perlu memutuskan apa yang layak diwujudkan.

Aku menatapnya dan berkata, “Bro, boleh nggak obrolan ini kujadikan unggahan? Kurasa orang-orang juga perlu menanyakan hal ini.”

#KiteBBW $KITE @KITE AI 中文