Dalam sembilan hari, kerugian bersih mencapai sekitar US$63,2 juta. Dari 25 alamat dengan kerugian terbesar, 21 masih merugi setelah menerima dividen platform.

Kontrak perpetual sintetis dengan leverage 1.000 kali diluncurkan pada 10 Oktober, hanya untuk Bitcoin dan Ether. Volume transaksi nominalnya mencapai sekitar US$1,361 triliun, tetapi dana sungguhan yang disetor hanya US$335 juta, berasal dari sekitar 23.000 alamat. Aturannya sederhana: pengguna harus merugi untuk menambang token platform, lalu melakukan staking untuk mendapat pembagian stablecoin. Sebanyak 25 pemain yang merugi paling besar mencatat volume transaksi sekitar US$111,5 miliar, memperoleh sekitar 2,06 miliar token—sekitar 23% dari total pasokan—dan menerima dividen tunai sekitar US$11,61 juta. Namun, setelah dividen itu diperhitungkan, sebagian besar dari mereka tetap merugi.

Ada pula satu alamat yang pada hari pertama mencatat volume nominal sekitar US$10,1 miliar. Transaksinya merugi sekitar US$979.000, tetapi ia berhasil menambang sekitar 252 juta token. Setelah itu, ia hampir tak pernah bertransaksi lagi dan hanya mengandalkan staking. Setelah menutup kerugiannya, ia akhirnya meraup laba bersih sekitar US$1,04 juta.

Dengan aturan yang sama, ada yang menjadikan kerugian sebagai pekerjaan, sementara yang lain tetap merugi setelah menerima dividen. Mungkin inilah kisah kasino paling ramai dibicarakan di dunia kripto beberapa hari terakhir.