Apa hubungan antara suku bunga Fed dan mata uang kripto?

Federal Reserve mengendalikan suku bunga acuan di Amerika Serikat, dan keputusan itu secara langsung memengaruhi minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Saat suku bunga naik, obligasi pemerintah AS dan deposito yang aman menawarkan imbal hasil tanpa risiko. Investor institusional maupun ritel mengalihkan dana ke sana, sementara Bitcoin—yang tidak memberikan bunga—menjadi relatif kurang menarik. Akibatnya: tekanan jual.

Saat suku bunga turun atau bertahan mendekati nol, imbal hasil dari instrumen aman tersebut ikut turun. Investor mencari alternatif yang dapat mengimbangi inflasi atau menghasilkan keuntungan modal. Di sinilah mata uang kripto berperan.

Secara historis, siklus kenaikan kripto bertepatan dengan kebijakan moneter ekspansif: suku bunga rendah dan suntikan likuiditas (QE). Kita melihat kebalikannya pada 2022, ketika Fed menaikkan suku bunga secara agresif dan Bitcoin turun dari sekitar 69 ribu menjadi 15 ribu.

Suku bunga bukan satu-satunya faktor: saat Fed memperbesar neracanya, Fed menyuntikkan likuiditas yang mencari tempat untuk dialokasikan; sebagian mengalir ke kripto. Saat Fed memperkecil neracanya (QT), likuiditas ditarik dari sistem, dan pasar kripto merasakan dampaknya lebih dulu dibandingkan pasar lain.

Ikuti El Show del Trading untuk mendapatkan panduan dan analisis lainnya yang membantumu memahami pasar tanpa kebisingan.

#FedYCripto