Lelucon gelap tentang ruang ICU ini meraih 800 ribu penayangan dalam 24 jam.
Insinyur Turki @akifyanbak menulis bahwa saat menjenguk neneknya di ICU, ia menggunakan Claude Opus 5.5 untuk memindahkan Doom ke monitor di samping ranjang, lalu menyinkronkan nyawa dalam game dengan denyut nadi neneknya: “Nyawanya habis, denyut nadinya juga berhenti—permainannya jadi lebih seru.” Foto yang disertakan menunjukkan layar monitor menampilkan Doom, dengan seorang nenek terbaring di sampingnya.
Latar belakang: Doom adalah game tembak-menembak yang dirilis pada 1993. “Bisa menjalankan Doom nggak?” sudah menjadi lelucon lama di kalangan insinyur selama tiga puluh tahun; komputer dan alat tes kehamilan pun pernah dipakai untuk menjalankannya. Sejak Claude Opus 5.5 dirilis pada 22 September, belakangan ramai tren di X menggunakan AI untuk memodifikasi TV dan merekayasa balik game. Unggahan ini menyindir tren “apa saja dipindahkan” tersebut.
Keaslian: Hampir dapat dipastikan ini hanya lelucon. Nyawa dalam game tidak mungkin membuat jantung orang sungguhan berhenti; hubungan sebab-akibatnya justru terbalik. Saat membalas seorang pengguna di kolom komentar, penulis berkata, “Komentar inilah yang saya tunggu.” Belum bisa dipastikan apakah fotonya hasil manipulasi.
Reaksi warganet: Kebanyakan menanggapi dengan melanjutkan lelucon, misalnya, “Dokter: kondisi Doom pasien stabil.” Ada juga yang merasa menjadikan lansia yang sakit kritis dan peralatan medis sebagai bahan lelucon sudah keterlaluan.
Insinyur Turki @akifyanbak menulis bahwa saat menjenguk neneknya di ICU, ia menggunakan Claude Opus 5.5 untuk memindahkan Doom ke monitor di samping ranjang, lalu menyinkronkan nyawa dalam game dengan denyut nadi neneknya: “Nyawanya habis, denyut nadinya juga berhenti—permainannya jadi lebih seru.” Foto yang disertakan menunjukkan layar monitor menampilkan Doom, dengan seorang nenek terbaring di sampingnya.
Latar belakang: Doom adalah game tembak-menembak yang dirilis pada 1993. “Bisa menjalankan Doom nggak?” sudah menjadi lelucon lama di kalangan insinyur selama tiga puluh tahun; komputer dan alat tes kehamilan pun pernah dipakai untuk menjalankannya. Sejak Claude Opus 5.5 dirilis pada 22 September, belakangan ramai tren di X menggunakan AI untuk memodifikasi TV dan merekayasa balik game. Unggahan ini menyindir tren “apa saja dipindahkan” tersebut.
Keaslian: Hampir dapat dipastikan ini hanya lelucon. Nyawa dalam game tidak mungkin membuat jantung orang sungguhan berhenti; hubungan sebab-akibatnya justru terbalik. Saat membalas seorang pengguna di kolom komentar, penulis berkata, “Komentar inilah yang saya tunggu.” Belum bisa dipastikan apakah fotonya hasil manipulasi.
Reaksi warganet: Kebanyakan menanggapi dengan melanjutkan lelucon, misalnya, “Dokter: kondisi Doom pasien stabil.” Ada juga yang merasa menjadikan lansia yang sakit kritis dan peralatan medis sebagai bahan lelucon sudah keterlaluan.