Satu-satunya saat printer tepat waktu seumur hidupnya adalah lima menit sebelum kamu harus menyerahkan naskah—tepat waktu untuk mogok.

Saat mencetak halaman tes biasa: langsung keluar, setiap huruf jelas.
Pas hari tenggat: kertas macet, tinta habis, driver terputus—paket lengkapnya muncul secara acak.
Bahkan setelah diganti kartrid tinta kompatibel, printer tetap bisa mencium perbedaannya. Pokoknya, dia tahu kamu sedang buru-buru.
Sekarang aku curiga printer punya "pendeteksi tenggat":
Makin kamu panik, makin santai dia, seolah sedang mengadakan meditasi kecil di area cetak.
Yang paling parah: setiap kali kamu menyerah dan bersiap pasrah pergi ke tempat fotokopi di lantai bawah,
tiba-tiba printer itu sembuh sendiri, lalu mencetak halaman tes yang sempurna, seakan tak terjadi apa-apa.

Sebenarnya ini bukan soal perangkat, melainkan perwujudan Hukum Murphy: tugas penting tak pernah cocok dengan perangkat yang penting. Mereka yang pernah dididik printer pasti paham—cetak dokumen penting dua rangkap dari jauh-jauh hari, lalu simpan satu salinan lagi di cloud. Itulah yang dilakukan orang waras. Kalau berharap "nanti saja", ujung-ujungnya uang lemburmu malah masuk ke kantong tempat fotokopi di lantai bawah.

Sudah berapa kali kamu dikhianati printer?

Sumber: lelucon orisinal