Ketenangan adalah modal penting bagi orang biasa untuk menempuh perjalanan panjang.
Banyak orang berusaha keras, tahan banting, dan terus belajar, tetapi tetap tak mampu menerobos batas atau mempertahankan pencapaian. Bukan karena wawasan kurang luas, sumber daya terbatas, atau kemampuan tak memadai, melainkan karena mentalitas mereka tidak stabil.
Orang yang mampu menjaga ketenangan bisa menjadi kuat meski awalnya lemah; orang yang pikirannya kacau mudah kalah meski awalnya kuat.
Empat ciri “tidak stabil”:
Menghadapi masalah langsung panik, kehilangan kendali atas ritme;
Melihat keuntungan langsung tergoda, fondasi pun tak kokoh;
Mengalami kemunduran langsung runtuh, mental mudah rapuh;
Baru meraih sedikit keberhasilan langsung besar kepala, tak mampu mempertahankan keadaan.
Tenang bukan berarti lamban, penakut, atau tidak bertindak. Tenang berarti baru bergerak setelah melihat situasi dengan jelas, baru bertindak setelah mempertimbangkannya matang-matang; mampu tetap hening saat orang lain kacau, tetap teguh saat orang lain panik, dan tetap rendah hati saat orang lain terlena.
Sebelum bertransaksi, benahi dulu mentalitas diri sendiri. Saat hati tenang, jalan pun mantap; saat hati teguh, urusan pun lancar.
Banyak orang berusaha keras, tahan banting, dan terus belajar, tetapi tetap tak mampu menerobos batas atau mempertahankan pencapaian. Bukan karena wawasan kurang luas, sumber daya terbatas, atau kemampuan tak memadai, melainkan karena mentalitas mereka tidak stabil.
Orang yang mampu menjaga ketenangan bisa menjadi kuat meski awalnya lemah; orang yang pikirannya kacau mudah kalah meski awalnya kuat.
Empat ciri “tidak stabil”:
Menghadapi masalah langsung panik, kehilangan kendali atas ritme;
Melihat keuntungan langsung tergoda, fondasi pun tak kokoh;
Mengalami kemunduran langsung runtuh, mental mudah rapuh;
Baru meraih sedikit keberhasilan langsung besar kepala, tak mampu mempertahankan keadaan.
Tenang bukan berarti lamban, penakut, atau tidak bertindak. Tenang berarti baru bergerak setelah melihat situasi dengan jelas, baru bertindak setelah mempertimbangkannya matang-matang; mampu tetap hening saat orang lain kacau, tetap teguh saat orang lain panik, dan tetap rendah hati saat orang lain terlena.
Sebelum bertransaksi, benahi dulu mentalitas diri sendiri. Saat hati tenang, jalan pun mantap; saat hati teguh, urusan pun lancar.