Jembatan memiliki asumsi keamanannya sendiri. Jembatan blockchain memungkinkan aset atau pesan berpindah antarjaringan, tetapi desainnya beragam. Sebagian mengandalkan sekumpulan validator atau relayer, sebagian menggunakan kontrak pintar dan bukti kriptografis, sementara yang lain memakai proses kustodian atau yang dikendalikan penerbit.
Jembatan adalah komponen tambahan yang harus dievaluasi pengguna. Keamanan pada chain sumber tidak otomatis mengamankan jembatan, dan chain tujuan tidak dapat menjamin bahwa pencatatan aset atau verifikasi pesan oleh jembatan sudah benar.
Risikonya dapat mencakup kerentanan kontrak, kunci yang diretas, kolusi validator, verifikasi pesan yang keliru, kekurangan likuiditas, dan kegagalan operasional. Profil risiko sebenarnya bergantung pada arsitekturnya, jadi “jembatan” bukanlah satu model keamanan yang seragam.
Sebelum menggunakan jembatan, tinjau dokumentasi resmi, cara transfer diotorisasi, apa yang mengamankan sistem, aset apa saja yang didukung, serta apa yang terjadi jika transfer tertunda atau gagal. Periksa alamat kontrak resmi dan pengungkapan insiden dari sumber tepercaya jika tersedia.
@justinsuntron #TRONEcoStar #TRON
Jembatan adalah komponen tambahan yang harus dievaluasi pengguna. Keamanan pada chain sumber tidak otomatis mengamankan jembatan, dan chain tujuan tidak dapat menjamin bahwa pencatatan aset atau verifikasi pesan oleh jembatan sudah benar.
Risikonya dapat mencakup kerentanan kontrak, kunci yang diretas, kolusi validator, verifikasi pesan yang keliru, kekurangan likuiditas, dan kegagalan operasional. Profil risiko sebenarnya bergantung pada arsitekturnya, jadi “jembatan” bukanlah satu model keamanan yang seragam.
Sebelum menggunakan jembatan, tinjau dokumentasi resmi, cara transfer diotorisasi, apa yang mengamankan sistem, aset apa saja yang didukung, serta apa yang terjadi jika transfer tertunda atau gagal. Periksa alamat kontrak resmi dan pengungkapan insiden dari sumber tepercaya jika tersedia.
@justinsuntron #TRONEcoStar #TRON