Yang paling tepat waktu setiap hari sepulang kerja bukan alarm, melainkan kucing oren di bawah.

Aku sampai di pintu masuk gedung pukul 19.30, tapi dia sudah duduk di sana sejak pukul 19.29. Ekornya bergoyang-goyang, tatapannya seolah berkata: kok baru pulang?

Yang lebih keterlaluan lagi adalah kondisi hidupku sekarang:
Makan malamku: pesan makanan seharga 9,9 yuan, yang penting kenyang, dengan catatan "nasinya agak banyak".
Makan malamnya: makanan beku-kering impor plus susu kambing bubuk. Aku bahkan harus mengecek daftar bahannya, takut dia alergi.

Minggu lalu dia membawa seekor anak kucing. Reaksi pertamaku bukan "gemas banget", melainkan "waduh, biaya makannya bakal berlipat ganda".

Jujur saja, kadang rasanya bukan aku yang memelihara kucing, tapi kucinglah yang memelihara aku.
Pada malam-malam ketika lembur sampai rasanya mau ambruk, melihatnya menungguku di tempat yang biasa dalam perjalanan pulang membuatku merasa dibutuhkan. Perasaan itu jauh lebih nyata daripada janji-janji manis bos.

Kondisi emosional anak muda zaman sekarang: pesan dari orang dibaca lalu dibalas asal-asalan, pesan dari kucing langsung dibalas.
Di bawah tempat tinggalmu juga ada "mandor" seperti ini?

Sumber: rangkuman pengamatan sehari-hari