Ujian sesungguhnya bagi agen AI adalah apa yang terjadi saat ia melakukan kesalahan.

Bayangkan Anda meminta agen AI mencarikan layanan riset termurah untuk bisnis Anda. Agen itu menemukannya, membayar akses, lalu menyelesaikan tugasnya. Praktis, bukan? Namun, bagaimana jika ia memilih layanan yang salah dan terus menghabiskan uang Anda?

Itulah sebabnya, memberi AI lebih banyak kebebasan juga harus disertai batasan yang lebih jelas.

Kite Passport menerapkan pendekatan praktis. Sebelum agen membelanjakan uang, pemilik menyetujui satu sesi dengan anggaran, batas maksimal per transaksi, dan batas waktu. Setelah itu, agen dapat membayar layanan yang didukung selama masih dalam batas tersebut. Agen tidak perlu mendapat akses tanpa batas ke dana pemilik hanya untuk menyelesaikan satu tugas.

Meski begitu, batas pengeluaran tidak dapat memastikan apakah agen memilih layanan yang tepat atau memercayai informasi yang keliru. Tanggung jawab itu juga perlu dirancang dengan cermat.

Menurut saya, prinsipnya sederhana: jangan menilai agen AI hanya dari kinerjanya saat semuanya berjalan lancar. Pertimbangkan seberapa besar kerugian yang dapat ditimbulkannya saat terjadi kesalahan, dan seberapa mudah kerugian itu dapat dibatasi.

AI yang bermanfaat seharusnya menghemat waktu kita tanpa meminta kita melepaskan kendali.

Apa yang akan Anda batasi terlebih dahulu: anggaran agen, aksesnya, atau keputusan yang dapat diambilnya?

#KiteBBW $KITE @KITE AI