"Sedang mengetik…", lalu menghilang.

Mungkin inilah drama penuh teka-teki terpanjang dalam pergaulan orang dewasa—ceritanya tak pernah berakhir buruk, hanya berhenti begitu saja.

Kamu menatap tulisan itu selama tiga menit, padahal mungkin isinya cuma "oh";
Kamu sudah mengarang esai sepanjang delapan ratus kata di kepala, padahal mungkin dia cuma sedang menghapus tanda baca.

Belakangan aku paham, etika bergaul yang paling elegan adalah:
Dia menghilang, kamu pura-pura tak melihat;
Dia pura-pura tak pernah mengetik, kamu pura-pura tak pernah menunggu.

Sejujurnya, kebanyakan yang dihapus bukanlah sesuatu yang penting,
yang dihapus hanyalah keberanian sesaat untuk "ingin bicara, tapi tak berani".
Jangan menguras pikiran hanya karena tiga kata ini—kalau ingin bilang, kirim saja; kalau tidak, tahan dan hapus.
Pada akhirnya, yang benar-benar bertahan adalah orang-orang yang tak bisa dihapus.

Apa pengalaman "sedang mengetik lalu menghilang" paling absurd yang pernah kamu alami? Ceritakan di kolom komentar.

Sumber: Pengamatan orisinal