Selat Hormuz mengangkut sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari, kabar ini kembali ramai di linimasa.

Saat berita itu muncul: sekitar 20 juta barel minyak mentah melewati selat dalam 24 jam, kekhawatiran pasokan mereda satu tingkat dan Brent ikut melepas kenaikannya. Kelancaran pengiriman meredakan kekhawatiran; sedikit saja tersendat, sentimen harga minyak langsung naik. Yang diperdagangkan adalah ritmenya, bukan petanya.

Untuk membaca sentimen energi, pengumuman volume pengiriman lebih bisa diandalkan daripada obrolan grup. Saya tidak mengambil posisi di sektor energi; ini hanya latar makro. Selera risiko bisa bergejolak, jadi jangan memaksakan posisi kripto mengikuti harga minyak, dan jangan jadikan berita Selat Hormuz sebagai alasan untuk membuka posisi. Ramainya perhatian bukan berarti sinyalnya akurat.

#SelatHormuzMengangkut20JutaBarelMinyakMentahPerHari