Minyak Mentah Brent Mencatat Penutupan Tertinggi Sejak Mei; Analis Melihat Potensi Kenaikan Lebih Lanjut Menuju $120

Harga minyak melanjutkan kenaikan: Minyak mentah Brent mencatat level penutupan tertinggi sejak Mei pada Jumat, karena mandeknya negosiasi AS-Iran dan serangan terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran pasokan.

Kenaikan mingguan menjadi sorotan: Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan per 16 Oktober, menurut laporan pasar.

Potensi kenaikan lebih lanjut: Analis Religare Ajit Mishra mengatakan eskalasi lebih lanjut dapat mendorong minyak mentah Brent menuju $115–$120 per barel.

Risiko pelayaran menopang harga: Serangan yang terus berlanjut terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran akan gangguan pada jalur transit minyak global yang sangat penting.

Langkah pasokan hanya memberi sedikit keringanan: Reli harga berlanjut meskipun ada langkah G7 untuk melepas cadangan, menurut para analis yang dikutip dalam laporan tersebut.

Risiko inflasi meningkat: Harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat mendorong naik biaya transportasi, manufaktur, dan energi, sehingga berpotensi menambah tekanan inflasi di seluruh dunia.

Kesimpulan utama: Ketegangan geopolitik dan gangguan pelayaran menopang harga minyak mentah. Eskalasi lebih lanjut dapat memperbesar risiko inflasi, meskipun target $115–$120 masih merupakan skenario analis, bukan kepastian.