Apakah Bitcoin akan mencapai US$100.000 pada akhir tahun atau bergerak dalam kisaran tertentu? Pengamatan saya: perbedaan ini bukan soal siapa yang lebih memahami pasar, melainkan soal tiga lembaga yang memberi bobot berbeda pada variabel makro yang sama.
Menurut laporan CoinDesk yang dikutip PANews, kepala riset Bitwise Ryan Rasmussen menyebut pembelian berkelanjutan oleh institusi melalui ETF dan perusahaan, kekhawatiran terhadap inflasi dan utang pemerintah, serta lingkungan regulasi yang semakin jelas sebagai faktor pendorong. Ia menilai Bitcoin berpeluang menembus US$100.000 pada akhir 2026. Adam Morgan McCarthy dari LO:TECH memperkirakan Bitcoin kemungkinan besar akan bergerak dalam kisaran US$85.000–US$95.000 pada akhir tahun. Ia juga menyampaikan satu prasyarat yang dapat diverifikasi: agar kembali menembus US$100.000, pasar mungkin perlu menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Penurunan harga minyak dan meredanya inflasi dapat membantu terjadinya perubahan tersebut. Sementara itu, James Butterfill dari CoinShares membahas mekanisme lain: pertentangan antara inflasi yang terus berlanjut dan pasar tenaga kerja yang melemah akan memengaruhi ruang gerak kebijakan The Fed ke depannya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa pihak yang optimistis bertaruh pada arus masuk dana dan narasi regulasi, sedangkan pihak yang berhati-hati bertaruh pada arah suku bunga. Pemicu bagi kedua pandangan itu berbeda, sehingga prediksi “US$100.000” dan “bergerak dalam kisaran” bisa sama-sama benar—hanya saja masing-masing bergantung pada variabel yang berbeda.
Bagi pembaca, yang perlu dipantau bukan siapa yang punya slogan paling lantang, melainkan tiga hal: apakah data inflasi mereda, apakah ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember turun, dan apakah arus dana ETF terus berlanjut. Jika kondisi-kondisi ini tidak berubah, narasi Bitcoin menuju US$100.000 belum memiliki pemicu yang jelas. Jika inflasi kembali meningkat, kebijakan moneter ketat yang disebut CoinShares juga akan menekan batas atas kisaran harga. Materi kali ini tidak menyertakan data spesifik arus masuk ETF maupun angka probabilitas kenaikan suku bunga. Keduanya merupakan celah penting untuk menilai apakah prediksi tersebut dapat terwujud.
Sumber:
PANews (pertama kali diterbitkan 10-18 pukul 21:04 waktu Beijing)
https://www.panewslab.com/zh/articles/01a14f1d-06b5-767c-b778-c18bbd02e6ac
CoinDesk (pertama kali diterbitkan 10-18 pukul 21:00 waktu Beijing)
https://www.coindesk.com/markets/2026/10/18/bitcoin-s-usd100-000-year-end-hope-divides-analysts-as-inflation-clouds-outlook
Menurut laporan CoinDesk yang dikutip PANews, kepala riset Bitwise Ryan Rasmussen menyebut pembelian berkelanjutan oleh institusi melalui ETF dan perusahaan, kekhawatiran terhadap inflasi dan utang pemerintah, serta lingkungan regulasi yang semakin jelas sebagai faktor pendorong. Ia menilai Bitcoin berpeluang menembus US$100.000 pada akhir 2026. Adam Morgan McCarthy dari LO:TECH memperkirakan Bitcoin kemungkinan besar akan bergerak dalam kisaran US$85.000–US$95.000 pada akhir tahun. Ia juga menyampaikan satu prasyarat yang dapat diverifikasi: agar kembali menembus US$100.000, pasar mungkin perlu menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Penurunan harga minyak dan meredanya inflasi dapat membantu terjadinya perubahan tersebut. Sementara itu, James Butterfill dari CoinShares membahas mekanisme lain: pertentangan antara inflasi yang terus berlanjut dan pasar tenaga kerja yang melemah akan memengaruhi ruang gerak kebijakan The Fed ke depannya.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa pihak yang optimistis bertaruh pada arus masuk dana dan narasi regulasi, sedangkan pihak yang berhati-hati bertaruh pada arah suku bunga. Pemicu bagi kedua pandangan itu berbeda, sehingga prediksi “US$100.000” dan “bergerak dalam kisaran” bisa sama-sama benar—hanya saja masing-masing bergantung pada variabel yang berbeda.
Bagi pembaca, yang perlu dipantau bukan siapa yang punya slogan paling lantang, melainkan tiga hal: apakah data inflasi mereda, apakah ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember turun, dan apakah arus dana ETF terus berlanjut. Jika kondisi-kondisi ini tidak berubah, narasi Bitcoin menuju US$100.000 belum memiliki pemicu yang jelas. Jika inflasi kembali meningkat, kebijakan moneter ketat yang disebut CoinShares juga akan menekan batas atas kisaran harga. Materi kali ini tidak menyertakan data spesifik arus masuk ETF maupun angka probabilitas kenaikan suku bunga. Keduanya merupakan celah penting untuk menilai apakah prediksi tersebut dapat terwujud.
Sumber:
PANews (pertama kali diterbitkan 10-18 pukul 21:04 waktu Beijing)
https://www.panewslab.com/zh/articles/01a14f1d-06b5-767c-b778-c18bbd02e6ac
CoinDesk (pertama kali diterbitkan 10-18 pukul 21:00 waktu Beijing)
https://www.coindesk.com/markets/2026/10/18/bitcoin-s-usd100-000-year-end-hope-divides-analysts-as-inflation-clouds-outlook