JURNAL BELAJAR DUSK HARI KE-9 🇺🇬 | Saya Bertanya kepada 3 Tukang Bangunan — Jawaban Mereka Mengejutkan Saya

Hari ke-8 saya bertanya: SIAPA YANG MEMBAYAR verifikasi QR?

Kemarin saya bertanya kepada 3 tukang bangunan di daerah saya. Jawaban mereka berbeda-beda:

Tukang bangunan 1 (Membangun rumah sendiri): "Saya bersedia membayar tambahan 1000 UGX, bukan 500, kalau itu bisa menghentikan pemalsuan. Tahun lalu saya rugi 1,2 juta karena semen berkualitas buruk."

Tukang bangunan 2 (Kontraktor): "Suruh pabrik yang bayar. Mereka mendapat keuntungan dari merek. Kalau produk palsu merusak reputasi mereka, mereka harus melindunginya."

Tukang bangunan 3 (Tukang bangunan muda): "Bagaimana kalau kita patungan — 200 dari pabrik, 300 dari saya. Adil."

Yang saya pelajari tentang $DUSK hari ini:

Ketiganya menginginkan verifikasi, tetapi tidak ada yang sepakat soal siapa yang harus membayar. Inilah alasan model DUSK masuk akal.

Pabrik bisa mencetak token = biayanya 200 UGX, tetapi mereknya terlindungi.
Tukang bangunan membayar sedikit lebih mahal = tetapi terhindar dari produk palsu yang biaya perbaikannya bisa mencapai jutaan.
Toko di tengah = mendapat kepercayaan, menjual lebih banyak karung asli.

DUSK menjaga privasi pembeli, tetapi bukti keasliannya tetap terbuka untuk umum. Jadi, pabrik tidak tahu tukang bangunan membeli dari siapa, hanya tahu bahwa karung itu asli.

Ini bukan hanya soal semen. Ini tentang bagaimana privasi + RWA bisa diterapkan untuk usaha kecil di Uganda.

Ini jurnal belajar, bukan nasihat keuangan. Hari ke-9.

Kamu setuju dengan tukang bangunan yang mana? 1, 2, atau 3? Tulis di komentar 👇

#UgandaCrypto #BuildUganda $DUSK #RWA #Privacy