AGEN AI TIDAK HANYA MEMBUTUHKAN KECERDASAN. MEREKA JUGA MEMBUTUHKAN AKUNTABILITAS.
Bayangkan agen AI yang bisa meneliti produk, membandingkan layanan, memilih opsi terbaik, lalu membayarnya tanpa meminta persetujuan Anda di setiap langkah.
Kedengarannya berguna, bukan? Namun, inilah pertanyaan sebenarnya: apakah Anda akan memercayakan uang Anda kepada AI jika Anda tidak bisa mengendalikan pengeluarannya?
Di sinilah Kite menarik perhatian saya.
Ekonomi agen bukan sekadar tentang membangun AI yang lebih cerdas. Ini tentang menciptakan infrastruktur yang memungkinkan agen bertindak secara mandiri tanpa memberi mereka wewenang tak terbatas. Agent Passport milik Kite dirancang agar agen dapat melakukan pembayaran dalam batas pengeluaran yang disetujui pengguna, sekaligus memiliki identitas dan catatan aktivitas yang dapat diverifikasi.
Perbedaan itu penting. Agen seharusnya bisa menyelesaikan tugas, tetapi tidak boleh memiliki kebebasan tanpa batas untuk membelanjakan dana Anda. Batas anggaran, izin, dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari sistem sejak awal, bukan baru ditambahkan setelah terjadi masalah.
Saya percaya tantangan besar berikutnya bagi AI bukan sekadar kecerdasan. Tantangannya adalah membangun kepercayaan dalam skala besar. Jika agen akan membeli layanan, mengakses data, dan berinteraksi dengan agen lain, kita membutuhkan cara yang lebih baik untuk mengelola pembayaran dan menentukan siapa yang boleh melakukan apa.
Kite sedang mengembangkan lapisan yang selama ini hilang dari ekonomi agen. Menurut saya, ujian sesungguhnya adalah seberapa andal infrastruktur ini berfungsi dalam penggunaan sehari-hari dan seberapa mudah para pengembang membangun aplikasi yang bermanfaat di atasnya.
Satu pertanyaan untuk komunitas: Apakah Anda akan membiarkan agen AI mengelola anggaran kecil dan melakukan pembayaran secara mandiri, asalkan Anda bisa menetapkan batasan ketat dan meninjau aktivitasnya? Atau apakah Anda tetap ingin menyetujui sendiri setiap transaksi?
Saya ingin tahu batasan seperti apa yang akan ditetapkan orang.
#KiteBBW $KITE @KITE AI 中文
Bayangkan agen AI yang bisa meneliti produk, membandingkan layanan, memilih opsi terbaik, lalu membayarnya tanpa meminta persetujuan Anda di setiap langkah.
Kedengarannya berguna, bukan? Namun, inilah pertanyaan sebenarnya: apakah Anda akan memercayakan uang Anda kepada AI jika Anda tidak bisa mengendalikan pengeluarannya?
Di sinilah Kite menarik perhatian saya.
Ekonomi agen bukan sekadar tentang membangun AI yang lebih cerdas. Ini tentang menciptakan infrastruktur yang memungkinkan agen bertindak secara mandiri tanpa memberi mereka wewenang tak terbatas. Agent Passport milik Kite dirancang agar agen dapat melakukan pembayaran dalam batas pengeluaran yang disetujui pengguna, sekaligus memiliki identitas dan catatan aktivitas yang dapat diverifikasi.
Perbedaan itu penting. Agen seharusnya bisa menyelesaikan tugas, tetapi tidak boleh memiliki kebebasan tanpa batas untuk membelanjakan dana Anda. Batas anggaran, izin, dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari sistem sejak awal, bukan baru ditambahkan setelah terjadi masalah.
Saya percaya tantangan besar berikutnya bagi AI bukan sekadar kecerdasan. Tantangannya adalah membangun kepercayaan dalam skala besar. Jika agen akan membeli layanan, mengakses data, dan berinteraksi dengan agen lain, kita membutuhkan cara yang lebih baik untuk mengelola pembayaran dan menentukan siapa yang boleh melakukan apa.
Kite sedang mengembangkan lapisan yang selama ini hilang dari ekonomi agen. Menurut saya, ujian sesungguhnya adalah seberapa andal infrastruktur ini berfungsi dalam penggunaan sehari-hari dan seberapa mudah para pengembang membangun aplikasi yang bermanfaat di atasnya.
Satu pertanyaan untuk komunitas: Apakah Anda akan membiarkan agen AI mengelola anggaran kecil dan melakukan pembayaran secara mandiri, asalkan Anda bisa menetapkan batasan ketat dan meninjau aktivitasnya? Atau apakah Anda tetap ingin menyetujui sendiri setiap transaksi?
Saya ingin tahu batasan seperti apa yang akan ditetapkan orang.
#KiteBBW $KITE @KITE AI 中文
