Sejujurnya, saat pertama kali mulai mengamati ekonomi agen, saya mengira ini sebagian besar hanyalah narasi AI lainnya. Semakin saya mendalaminya, semakin saya menyadari bahwa peluang sebenarnya mungkin bukan pada agen itu sendiri, melainkan pada infrastruktur yang memungkinkan mereka beroperasi.
Itulah mengapa Kite menarik perhatian saya.
Menurut pandangan pribadi saya, agen AI pada akhirnya akan menjadi jauh lebih dari sekadar chatbot atau asisten sederhana. Jika mereka ingin bekerja secara mandiri, mereka perlu menemukan peluang, berinteraksi dengan berbagai layanan, berkoordinasi dengan agen lain, dan menjalankan tugas atas nama pengguna. Tanpa infrastruktur yang memadai, bahkan agen terpintar pun masih bergantung pada manusia untuk hampir setiap langkah penting.
Hal yang menarik bagi saya tentang Kite adalah fokusnya membangun ekosistem yang berpusat pada agen, alih-alih memperlakukan agen sebagai sekadar fitur AI lainnya.
Saya bisa membayangkan masa depan ketika saya tidak perlu mengunjungi lima platform berbeda secara manual untuk menyelesaikan satu tugas. Sebaliknya, sebuah agen dapat memahami keinginan saya, menemukan opsi yang tepat, berkomunikasi dengan agen atau layanan lain, lalu menjalankan prosesnya sesuai aturan yang saya tetapkan.
Kemungkinan itulah yang membuat saya memperhatikan Kite.
Saya tidak mengatakan bahwa setiap proyek agen AI akan berhasil, dan saya sama sekali tidak berpikir bahwa narasi yang bagus otomatis berarti proyeknya bagus. Tantangan sebenarnya adalah membangun sesuatu yang cukup andal bagi pengguna nyata dan aktivitas ekonomi yang sesungguhnya. Kepercayaan, keamanan, koordinasi, insentif, dan kendali pengguna semuanya akan menjadi faktor penting.
Namun, secara pribadi, saya percaya peralihan dari “AI yang menjawab” menjadi “AI yang bertindak” dapat menjadi salah satu perkembangan terpenting dalam tahap berikutnya dari internet.
Dan jika ekonomi agen benar-benar berkembang pesat, saya pikir proyek-proyek yang membangun infrastruktur di baliknya bisa menjadi sama pentingnya dengan agen itu sendiri.
Itulah aspek Kite yang paling saya cermati.
#KiteBBW $KITE
Itulah mengapa Kite menarik perhatian saya.
Menurut pandangan pribadi saya, agen AI pada akhirnya akan menjadi jauh lebih dari sekadar chatbot atau asisten sederhana. Jika mereka ingin bekerja secara mandiri, mereka perlu menemukan peluang, berinteraksi dengan berbagai layanan, berkoordinasi dengan agen lain, dan menjalankan tugas atas nama pengguna. Tanpa infrastruktur yang memadai, bahkan agen terpintar pun masih bergantung pada manusia untuk hampir setiap langkah penting.
Hal yang menarik bagi saya tentang Kite adalah fokusnya membangun ekosistem yang berpusat pada agen, alih-alih memperlakukan agen sebagai sekadar fitur AI lainnya.
Saya bisa membayangkan masa depan ketika saya tidak perlu mengunjungi lima platform berbeda secara manual untuk menyelesaikan satu tugas. Sebaliknya, sebuah agen dapat memahami keinginan saya, menemukan opsi yang tepat, berkomunikasi dengan agen atau layanan lain, lalu menjalankan prosesnya sesuai aturan yang saya tetapkan.
Kemungkinan itulah yang membuat saya memperhatikan Kite.
Saya tidak mengatakan bahwa setiap proyek agen AI akan berhasil, dan saya sama sekali tidak berpikir bahwa narasi yang bagus otomatis berarti proyeknya bagus. Tantangan sebenarnya adalah membangun sesuatu yang cukup andal bagi pengguna nyata dan aktivitas ekonomi yang sesungguhnya. Kepercayaan, keamanan, koordinasi, insentif, dan kendali pengguna semuanya akan menjadi faktor penting.
Namun, secara pribadi, saya percaya peralihan dari “AI yang menjawab” menjadi “AI yang bertindak” dapat menjadi salah satu perkembangan terpenting dalam tahap berikutnya dari internet.
Dan jika ekonomi agen benar-benar berkembang pesat, saya pikir proyek-proyek yang membangun infrastruktur di baliknya bisa menjadi sama pentingnya dengan agen itu sendiri.
Itulah aspek Kite yang paling saya cermati.
#KiteBBW $KITE
