🐕 Crypto Anjing Liar · Berita Kilat Siang (18 Oktober)
1️⃣ Circle menerbitkan tulisan panjang untuk "membersihkan nama", tetapi rasanya malah seperti surat pengakuan. Semester pertama 2026: pendapatan 1,4 miliar dolar AS, sementara biaya distribusi dan transaksi menghabiskan 819 juta dolar AS—dari setiap 1 dolar yang dihasilkan, 59 sen langsung habis. Dari sisanya, 214 juta dolar AS dibagikan dalam bentuk saham karyawan. Hasil akhirnya: laba bersih 7 sen per dolar. Pernyataan resmi mereka: "Biaya penebusan, kepatuhan, dan ketahanan tidak hilang begitu saja hanya karena penerbit tidak membayarnya." Ya, baiklah. Sementara itu, kejutan sebenarnya: Coinbase—mitra terbesar dan tertua Circle, yang rata-rata memegang USDC senilai 20 miliar dolar AS (lebih dari sepertiga total pasokan) dan selama setahun terakhir mengantongi sekitar separuh keuntungan ekonomi USDC—malah berbalik menjadi penyandang dana Open USD. Proyek ini didukung lebih dari 140 perusahaan, termasuk Stripe, BlackRock, Visa, dan Mastercard; hasil cadangan langsung dibagikan kepada para peserta, hanya biaya pengelolaan yang dipungut, dan tokennya sudah diluncurkan. Dalam tulisan panjang Circle itu, mereka bahkan tak berani menyebut namanya. Terus terang saja: kalau mitra terbesar Anda sedang menyuntikkan dana ke jaringan yang ingin menyingkirkan Anda, sebanyak apa pun tulisan tentang "biaya ketahanan" tak akan bisa menyelamatkan Anda.
2️⃣ Ledger kini berada dalam sorotan tajam karena "tahu tapi tidak memberi tahu". Mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpelès, mengungkapkan kepada Cointelegraph bahwa Ledger sudah menerima laporan sejak Desember 2025 tentang perangkat yang telah dimodifikasi, tetapi tak pernah mengeluarkan peringatan publik. Pada 4 Maret 2026, peneliti keamanan Joe Grand memberi tahu Ledger bahwa ia menemukan chip berbahaya yang ditanam di Nano X yang dibelinya di Lazada Thailand. Ledger hanya membalas, "sedang menyelidiki", lalu tak ada kabar lanjutan. Pada 9 Oktober, dompet yang dijual melalui CryptoBilis mengalami kebobolan besar-besaran, dengan kerugian sekitar 86–90 juta dolar AS. Trezor dan OneKey sudah memutus hubungan dengan CryptoBilis. Saat ditanya bagaimana mereka menangani laporan awal, Ledger menolak berkomentar. Ironis sekali: CEO dari era Mt. Gox kini menjadi pelapor keamanan bagi seluruh industri. Namun faktanya jelas: ada peringatan pada Desember, ada peringatan pada Maret, tetapi yang diterima pengguna hanya sebuah artikel edukasi. Apa pun cara menghitungnya, ini tak masuk akal.
Hanya menyampaikan fakta, tanpa prediksi dan tanpa ajakan membeli atau menjual. 🐕
Ini bukan nasihat investasi.
1️⃣ Circle menerbitkan tulisan panjang untuk "membersihkan nama", tetapi rasanya malah seperti surat pengakuan. Semester pertama 2026: pendapatan 1,4 miliar dolar AS, sementara biaya distribusi dan transaksi menghabiskan 819 juta dolar AS—dari setiap 1 dolar yang dihasilkan, 59 sen langsung habis. Dari sisanya, 214 juta dolar AS dibagikan dalam bentuk saham karyawan. Hasil akhirnya: laba bersih 7 sen per dolar. Pernyataan resmi mereka: "Biaya penebusan, kepatuhan, dan ketahanan tidak hilang begitu saja hanya karena penerbit tidak membayarnya." Ya, baiklah. Sementara itu, kejutan sebenarnya: Coinbase—mitra terbesar dan tertua Circle, yang rata-rata memegang USDC senilai 20 miliar dolar AS (lebih dari sepertiga total pasokan) dan selama setahun terakhir mengantongi sekitar separuh keuntungan ekonomi USDC—malah berbalik menjadi penyandang dana Open USD. Proyek ini didukung lebih dari 140 perusahaan, termasuk Stripe, BlackRock, Visa, dan Mastercard; hasil cadangan langsung dibagikan kepada para peserta, hanya biaya pengelolaan yang dipungut, dan tokennya sudah diluncurkan. Dalam tulisan panjang Circle itu, mereka bahkan tak berani menyebut namanya. Terus terang saja: kalau mitra terbesar Anda sedang menyuntikkan dana ke jaringan yang ingin menyingkirkan Anda, sebanyak apa pun tulisan tentang "biaya ketahanan" tak akan bisa menyelamatkan Anda.
2️⃣ Ledger kini berada dalam sorotan tajam karena "tahu tapi tidak memberi tahu". Mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpelès, mengungkapkan kepada Cointelegraph bahwa Ledger sudah menerima laporan sejak Desember 2025 tentang perangkat yang telah dimodifikasi, tetapi tak pernah mengeluarkan peringatan publik. Pada 4 Maret 2026, peneliti keamanan Joe Grand memberi tahu Ledger bahwa ia menemukan chip berbahaya yang ditanam di Nano X yang dibelinya di Lazada Thailand. Ledger hanya membalas, "sedang menyelidiki", lalu tak ada kabar lanjutan. Pada 9 Oktober, dompet yang dijual melalui CryptoBilis mengalami kebobolan besar-besaran, dengan kerugian sekitar 86–90 juta dolar AS. Trezor dan OneKey sudah memutus hubungan dengan CryptoBilis. Saat ditanya bagaimana mereka menangani laporan awal, Ledger menolak berkomentar. Ironis sekali: CEO dari era Mt. Gox kini menjadi pelapor keamanan bagi seluruh industri. Namun faktanya jelas: ada peringatan pada Desember, ada peringatan pada Maret, tetapi yang diterima pengguna hanya sebuah artikel edukasi. Apa pun cara menghitungnya, ini tak masuk akal.
Hanya menyampaikan fakta, tanpa prediksi dan tanpa ajakan membeli atau menjual. 🐕
Ini bukan nasihat investasi.