🚨 BAGAIMANA JIKA TRUMP MEMANFAATKAN KRISIS MINYAK GLOBAL UNTUK MEMBUAT AMERIKA SEMAKIN BERKUASA?
Bayangkan apa yang terjadi jika harga minyak mencapai $200.

Negara-negara seperti India, Tiongkok, dan negara pengimpor minyak utama lainnya akan menghadapi tagihan energi yang sangat besar.

Inflasi akan melonjak, mata uang mereka bisa melemah, dan sejumlah negara berkembang dapat menghadapi masalah keuangan yang serius.

Sementara itu, Amerika sudah menjadi produsen minyak terbesar di dunia, dengan produksi sekitar 13,6 juta barel per hari.

Harga minyak yang lebih tinggi bisa mendatangkan pendapatan tambahan miliaran dolar bagi perusahaan energi AS.

Negara-negara yang kesulitan mendapatkan minyak bisa menjadi semakin bergantung pada pasokan energi dan perjanjian perdagangan dengan Amerika.

Pada saat yang sama, krisis keuangan global dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS karena investor mencari aset yang aman.

Hal itu bisa memberi Amerika pengaruh finansial yang lebih besar atas negara-negara yang sudah kesulitan menghadapi mahalnya energi.

Lalu bayangkan harga minyak akhirnya turun, inflasi mereda, dan The Fed punya ruang untuk memangkas suku bunga.

Likuiditas yang lebih besar pada akhirnya bisa mendorong pasar saham AS naik.

Jadi, inilah pertanyaannya: Apakah Trump sekadar merespons krisis minyak, atau mencoba mengubahnya menjadi keuntungan ekonomi besar bagi Amerika?

Sebab, negara-negara yang paling terdampak oleh mahalnya minyak mungkin justru akan semakin bergantung pada AS.
$XAU $BTC $ETH