Baru saja cek galeri ponsel: ada lebih dari 20 ribu foto, tapi yang benar-benar sering dilihat kurang dari 200.

Lalu, 20 ribu sisanya itu isinya apa saja, ya—
Tangkapan layar obrolan: “Percakapan ini penting banget,” tapi sudah tiga tahun tak pernah dibuka lagi;
Paket komplit kode QR: kata sandi Wi-Fi, pembayaran parkir, kode untuk memesan makanan—sudah kedaluwarsa pun tetap sayang dihapus;
Foto awan iseng: “Awan ini bagus banget,” lalu ya sudah, begitu saja;
Memotret 29 kali berturut-turut cuma untuk memilih 1 foto yang diunggah ke media sosial, sementara 28 sisanya pensiun di tempat;
Album “Baru Dihapus”: sudah dihapus, tapi takut menyesal, jadi diperpanjang lagi 30 hari📱

Lama-lama aku sadar, galeri ponsel sebenarnya bukan album kenangan, melainkan laci barang serba guna di era digital. Yang kita timbun bukanlah foto, melainkan rasa aman karena berpikir “siapa tahu nanti berguna.” Kapasitas penyimpanan makin besar, barang yang sayang dihapus makin banyak—keraguan saat menghapus satu foto menunjukkan betapa takutnya kita akan “kehilangan.”

Jenis foto apa yang paling banyak memenuhi galerimu? Tim tangkapan layar atau kolektor awan?

Sumber: pengamatan orisinal