🚨 BERITA TERKINI: Goldman, Wells Fargo, dan Morgan Stanley melihat tokenisasi sebagai peluang pertumbuhan, bukan ancaman

Tokenisasi, atau proses memasukkan aset keuangan dan aset dunia nyata ke dalam blockchain, menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Semakin banyak perusahaan menyatakan bahwa mereka menawarkan atau berencana menawarkan versi saham, obligasi, dan komoditas yang dapat diperdagangkan sepanjang waktu dengan sedikit, jika ada, batasan geografis.

Tak mengherankan, bank-bank terbesar di Wall Street juga tengah mengkaji teknologi ini. Panggilan laporan keuangan kuartal ketiga pekan ini memberi kesempatan kepada para eksekutif untuk menjelaskan dengan lebih gamblang arah perkembangan bisnis ini menurut pandangan mereka, meskipun tak satu pun menyebutkan angka pendapatan yang bisa dihasilkan.

Goldman Sachs (GS), Wells Fargo (WFC), dan Morgan Stanley (MS) berfokus pada aspek proses yang berbeda: peluang perdagangan, pengiriman uang, dan layanan konsultasi.

Bagi Goldman Sachs, semuanya berkaitan dengan perdagangan. CEO David Solomon ditanya apakah tokenisasi, keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan pasar prediksi dapat menggerus pendapatan perdagangan perusahaan. Jawabannya: hal-hal tersebut justru mungkin memberikan dampak sebaliknya.

🔗 [Baca artikel lengkap dalam bahasa aslinya](https://www.coindesk.com/business/2026/10/17/goldman-wells-fargo-morgan-stanley-see-tokenization-as-a-growth-play-not-a-threat)

📰 Sumber: 🪙 CoinDesk

$BTC $ETH #BinanceSquare #CryptoNews