Salah satu penyebab utama penurunan Bitcoin adalah minyak. Eskalasi di Timur Tengah dan risiko pengiriman melalui Selat Hormuz membuat harga energi tetap tinggi, terutama setelah dua kapal tanker minyak meledak hari ini dan beberapa kapal tanker minyak lainnya meledak selama pekan lalu. Hal ini kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar untuk menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap suku bunga AS.

Pada saat yang sama, ada tekanan akibat arus keluar dari ETF Bitcoin spot, ditambah likuidasi besar-besaran posisi berleverage, yang sebagian besar merupakan posisi beli. Dengan menurunnya selera risiko di pasar saham dan pasar global, tekanan terhadap Bitcoin pun semakin besar.

Karena itu, menurut saya penurunan saat ini bukan sekadar koreksi wajar, melainkan akibat gabungan faktor makro, geopolitik, dan likuiditas yang terjadi secara bersamaan. Bitcoin terdampak langsung oleh faktor-faktor tersebut. Jadi, untuk saat ini saya lebih memilih memantau pasar dan menunggu situasi menjadi lebih jelas sebelum meningkatkan risiko.

Jangan terburu-buru menambah posisi dan membeli kembali sebelum situasi geopolitik mereda, harga minyak kembali turun, inflasi menurun, dan suku bunga disesuaikan kembali.

NEAR
NEAR
4.953
+0.91%