🚨MINGGU DEPAN BISA MENJADI MASA YANG BERAT BAGI PASAR SAHAM AS.

Wall Street sudah berada di bawah tekanan akibat inflasi yang meningkat, imbal hasil obligasi yang melonjak, dan kekhawatiran yang kian besar tentang lonjakan utang AI.

Sejumlah peristiwa besar pekan depan juga dapat memicu volatilitas yang lebih tinggi.

SENIN: Pasar AS kembali dibuka di tengah rumor tentang anjloknya sebuah dana AI besar, meskipun belum ada kepastian bahwa dana tersebut kolaps.

SELASA: Data ketenagakerjaan ADP dan data perumahan AS. Angka yang lemah dapat memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi, seperti pada 2007–08.

RABU: Data persediaan minyak AS dan lelang obligasi Treasury 20 tahun senilai $13 MILIAR. Permintaan obligasi yang lemah dapat mendorong imbal hasil naik lebih tinggi, sementara data persediaan yang rendah dapat mendongkrak harga minyak dan memperburuk situasi inflasi.

KAMIS: Klaim tunjangan pengangguran AS dan suku bunga hipotek. Tanda-tanda pelemahan tambahan dapat meningkatkan kekhawatiran akan resesi.

JUMAT: PMI Manufaktur dan Jasa S&P Global. Data ini akan menunjukkan apakah aktivitas bisnis melambat saat tekanan inflasi tetap tinggi dan imbal hasil obligasi mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.

Semua ini terjadi sepekan sebelum rapat The Fed pada 27–28 Oktober.

Dengan inflasi yang meningkat, imbal hasil obligasi di atas 5%, dan saham-saham AI yang sudah berada di bawah tekanan, pekan depan dapat memicu aksi jual besar lainnya di pasar.