Dibandingkan dengan gelembung internet tahun 2000, belanja modal AI kali ini memang sangat besar, tetapi kenaikannya sebagai persentase terhadap PDB tidak setajam saat itu. Perbedaan paling mendasar adalah profitabilitas: pada tahun 2000, pasar ramai memperdagangkan saham perusahaan-perusahaan yang hanya bermodal konsep dan belum menghasilkan laba. Kini, penggerak utama pasar adalah raksasa seperti Nvidia dan Microsoft yang sudah meraup laba sangat besar. Infrastruktur komputasi AI merupakan investasi industri yang nyata.

Berdasarkan analisis berbagai skenario, kemungkinan terjadinya koreksi besar yang bersifat struktural pada saham teknologi, serupa dengan tahun 2000, tidak bisa diabaikan. Jika realisasi laba AI tertinggal jauh dari ekspektasi pasar yang terlalu tinggi, saham-saham bervaluasi tinggi akan mengalami penyusutan valuasi. Namun, lembaga-lembaga arus utama menilai kemungkinan terjadinya krisis sistemik seperti krisis subprime 2008—yang memicu gagal bayar berantai di seluruh sistem keuangan—relatif rendah. Pasalnya, reli kali ini tidak bertumpu pada aset utang beracun yang berlapis-lapis di dalam sistem perbankan.

🧧————$SOL