Pernah untung besar, malah makin lama makin sulit menghasilkan uang?

Dulu, untung beberapa puluh U saja sudah cukup membuatmu tenang dan mengamankan profit. Belakangan, untung beberapa ratus U pun terasa kurang. Kenapa? Karena keuntungan besar itu membuatmu semakin serakah.

Setelah meraih keuntungan besar, kamu mudah berpikir: kalau sebelumnya bisa untung sebanyak itu, lain kali pasti bisa juga.

Peluang kecil tak lagi menarik, profit yang wajar tak mau diambil. Kamu terus berharap bisa menangkap gelombang besar lagi dan merasakan sensasi yang sama seperti sebelumnya.

Namun, kondisi pasar berubah, sementara pola pikirmu tidak. Dulu untung setelah masuk dengan posisi besar, sekarang kamu ingin masuk besar lagi. Dulu posisi yang merugi akhirnya pulih setelah kamu tahan, sekarang rugi pun kamu tak mau melakukan cut loss. Setelah kebetulan menang beberapa kali, risiko pun tak lagi kamu anggap penting.

Lama-kelamaan, kamu mulai mengambil posisi yang seharusnya tidak diambil dan menambah posisi yang seharusnya tidak ditambah. Setelah rugi, yang terus terngiang di benakmu hanya satu kalimat: dulu satu transaksi saja bisa mengembalikan semuanya, rugi segini memangnya kenapa?

Yang paling berbahaya, saldo akunmu sebenarnya tinggal 5.000 U, tetapi pikiranmu masih terpaku pada 20.000 U yang pernah kamu miliki. Kamu merasa uang yang hilang harus didapatkan kembali. Akibatnya, makin terburu-buru ingin balik modal, makin besar kemungkinan sisa modalmu ikut habis.

Untung besar bukanlah hal yang menakutkan. Yang menakutkan adalah menganggap keuntungan yang kebetulan didapat sebagai kemampuan yang pasti bisa kamu ulangi.

Karena itu, setelah untung besar, selalu evaluasi kembali: keuntungan itu berasal dari strategi trading yang matang atau hanya karena kebetulan pasar sedang bergerak besar?

Dengan memahami hal ini, barulah kamu bisa benar-benar berkembang pada kesempatan berikutnya.

Buat aturan untuk dirimu sendiri: setelah untung besar, evaluasi kembali ukuran posisi dan pasang stop loss sesuai rencana. Sebesar apa pun keuntungan dari transaksi sebelumnya, itu bukan alasan untuk mengambil risiko pada transaksi berikutnya.

Trading bukan untuk mengulang keuntungan besar sesekali, tetapi agar kamu bisa bertahan di pasar dalam jangka panjang.

Kalau kamu terus berharap bisa untung besar lagi, tetapi akhirnya keuntunganmu selalu habis kembali, coba periksa catatan transaksimu. Lihat, sejak transaksi yang mana kamu mulai menyimpang dari rencana dan hanya berusaha mencari kembali sensasi untung besar itu.