Perjalanan Elon Musk dari pendiri startup menjadi triliuner pertama di dunia dibentuk oleh tiga perusahaan besar: PayPal, Tesla, dan SpaceX.

Perjalanan kewirausahaannya dimulai pada 1995, ketika ia mendirikan Zip2 bersama rekannya, sebuah perusahaan perangkat lunak panduan kota daring. Akuisisi Zip2 oleh Compaq pada 1999 memberinya terobosan finansial besar pertamanya.

Musk kemudian mendirikan X.com bersama rekannya. Perusahaan itu bergabung dengan Confinity dan menjadi PayPal. Ketika eBay mengakuisisi PayPal pada 2002, Musk memperoleh keuntungan besar dari kepemilikan sahamnya, yang membantu membiayai usaha-usaha berikutnya.

Tesla menjadi titik balik besar lainnya. Musk berinvestasi di perusahaan kendaraan listrik itu pada 2004 dan kemudian menjadi CEO-nya. Ia mendirikan SpaceX pada 2002, dengan tujuan mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali dan penerbangan luar angkasa komersial.

Pada 12 Juni 2026, SpaceX mulai diperdagangkan secara publik, mendorong perkiraan kekayaan bersih Musk melampaui $1 triliun, menurut Forbes. Pada Oktober, Indeks Miliarder Bloomberg, sebagaimana dilaporkan oleh MarketWatch, memperkirakan kekayaannya sekitar $1,02 triliun. Angka-angka ini berfluktuasi mengikuti valuasi pasar.

Perjalanannya menunjukkan bagaimana kepemilikan saham di bisnis yang tumbuh pesat dapat menciptakan kekayaan luar biasa. Namun, perkiraan kekayaan bersih tidak sama dengan uang tunai: sebagian besar kekayaan Musk masih terikat pada kepemilikan perusahaan, yang nilainya bisa naik atau turun.
Kisah yang lebih besar bukan hanya tentang besarnya kekayaan satu orang, tetapi juga tentang bagaimana kepemilikan, kepercayaan investor, dan ambisi teknologi dapat membentuk kembali perekonomian modern.

[Elon Musk, kekayaan bersih Elon Musk, Tesla, SpaceX, PayPal, Zip2, triliuner pertama di dunia, kekayaan miliarder#ElonMusk