Jumlah alamat whale Bitcoin mencapai rekor tertinggi. Apakah para pemilik besar yang memegang lebih dari 10 BTC sudah mengetahui sesuatu lebih awal?
Belakangan ini, data on-chain menunjukkan sinyal yang sangat menarik: jumlah dompet yang menyimpan 10 hingga 10.000 Bitcoin baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, mencapai 20.338. Pada periode yang sama saat data tersebut dirilis, pasar bergejolak hebat dan harga Bitcoin sempat turun di bawah 80.000 dolar AS selama sekitar dua jam.
🐋 Dompet para pemilik besar terus menambah kepemilikan. Data ini layak dicermati.
Data Santiment menunjukkan bahwa alamat whale jenis ini telah mengakumulasi sekitar 85.000 BTC hanya dalam tiga minggu. Dalam setahun terakhir, kecepatan akumulasi seperti ini hanya terjadi dua kali. Data dari CryptoQuant, lembaga analitik on-chain lainnya, memperkirakan bahwa total Bitcoin yang disimpan di luar bursa dan dikuasai whale mendekati 3 juta koin.
Di satu sisi, whale diam-diam menimbun koin. Di sisi lain, dana ETF spot justru mengalir keluar. Dari 7 hingga 12 Oktober, ETF spot mencatat arus keluar bersih sekitar 770 juta dolar AS. Sederhananya, dana ETF menjual, sementara investor besar jangka panjang menyerap koin-koin tersebut.
Namun, ada satu hal yang harus disampaikan secara objektif: alamat dompet tidak sama dengan orang sungguhan.
Seorang whale bisa saja memecah koin yang dimilikinya ke puluhan, bahkan ratusan alamat berbeda. Karena itu, jumlah dompet yang dihitung hanya bisa dijadikan acuan, bukan bukti pasti bahwa pasar akan naik. Metodologi penghitungan Santiment juga mencantumkan hal ini. Meski ambang batas dalam judul cuitannya adalah 10 BTC, kita tetap perlu berhati-hati dalam menafsirkan data tersebut.
Hal lain yang tak boleh diabaikan: sebagian pembelian baru terjadi setelah reli mulai berlangsung. Ini lebih terlihat seperti upaya menyerap tekanan jual pasar, bukan aksi membeli saat harga rendah. Sejarah juga memberi pelajaran: setelah akumulasi whale dengan intensitas serupa terjadi sebelumnya, Bitcoin kemudian terkoreksi hingga 34%. 📉
Kembali ke pertanyaan awal: apakah whale memiliki informasi orang dalam yang tak diketahui masyarakat awam? Mungkin saja. Investor besar jauh lebih sabar daripada trader biasa, tetapi penilaian mereka juga tidak selalu benar. Indikator on-chain seperti ini hanya bisa dijadikan petunjuk pasar, bukan sinyal langsung untuk masuk ke pasar.
Belakangan ini, data on-chain menunjukkan sinyal yang sangat menarik: jumlah dompet yang menyimpan 10 hingga 10.000 Bitcoin baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, mencapai 20.338. Pada periode yang sama saat data tersebut dirilis, pasar bergejolak hebat dan harga Bitcoin sempat turun di bawah 80.000 dolar AS selama sekitar dua jam.
🐋 Dompet para pemilik besar terus menambah kepemilikan. Data ini layak dicermati.
Data Santiment menunjukkan bahwa alamat whale jenis ini telah mengakumulasi sekitar 85.000 BTC hanya dalam tiga minggu. Dalam setahun terakhir, kecepatan akumulasi seperti ini hanya terjadi dua kali. Data dari CryptoQuant, lembaga analitik on-chain lainnya, memperkirakan bahwa total Bitcoin yang disimpan di luar bursa dan dikuasai whale mendekati 3 juta koin.
Di satu sisi, whale diam-diam menimbun koin. Di sisi lain, dana ETF spot justru mengalir keluar. Dari 7 hingga 12 Oktober, ETF spot mencatat arus keluar bersih sekitar 770 juta dolar AS. Sederhananya, dana ETF menjual, sementara investor besar jangka panjang menyerap koin-koin tersebut.
Namun, ada satu hal yang harus disampaikan secara objektif: alamat dompet tidak sama dengan orang sungguhan.
Seorang whale bisa saja memecah koin yang dimilikinya ke puluhan, bahkan ratusan alamat berbeda. Karena itu, jumlah dompet yang dihitung hanya bisa dijadikan acuan, bukan bukti pasti bahwa pasar akan naik. Metodologi penghitungan Santiment juga mencantumkan hal ini. Meski ambang batas dalam judul cuitannya adalah 10 BTC, kita tetap perlu berhati-hati dalam menafsirkan data tersebut.
Hal lain yang tak boleh diabaikan: sebagian pembelian baru terjadi setelah reli mulai berlangsung. Ini lebih terlihat seperti upaya menyerap tekanan jual pasar, bukan aksi membeli saat harga rendah. Sejarah juga memberi pelajaran: setelah akumulasi whale dengan intensitas serupa terjadi sebelumnya, Bitcoin kemudian terkoreksi hingga 34%. 📉
Kembali ke pertanyaan awal: apakah whale memiliki informasi orang dalam yang tak diketahui masyarakat awam? Mungkin saja. Investor besar jauh lebih sabar daripada trader biasa, tetapi penilaian mereka juga tidak selalu benar. Indikator on-chain seperti ini hanya bisa dijadikan petunjuk pasar, bukan sinyal langsung untuk masuk ke pasar.