Baru saja membaca kolom komentar. Soal strategi ini.
① Terlalu menyesuaikan diri dengan kondisi pasar pada periode tertentu. Misalnya, strategi kontrak event saya belakangan ini mencatat 35 transaksi dalam tiga hari dan 6 di antaranya rugi, padahal ada juga rentetan 12 kemenangan. Hasil ini jelas menunjukkan strategi terlalu menyesuaikan diri dengan pasar yang bergerak sideways. Saat harga naik/turun perlahan satu arah atau volatilitas rendah, memang bisa terjadi kerugian beruntun.
② Saat harga naik/turun perlahan atau volatilitas rendah, bahkan tanpa strategi dan hanya membuka posisi kontrak event secara manual, tingkat kemenangan sebenarnya juga rendah. Memang ada masalah seperti ini pada produk ini.
③ Dalam arti yang ketat, strategi mencakup【strategi sideways, strategi naik, dan strategi turun】. Namun, durasi pergerakan satu arah pada kontrak event lebih singkat daripada durasi pasar sideways. Karena itu, kita perlu memahami dengan jelas cakupan penggunaan strategi. Saat menghadapi penurunan atau kenaikan perlahan, maupun volatilitas yang menurun saat pasar bergerak mendatar, kita perlu menilai situasinya secara manual.
④ Strategi memberi Anda tingkat kemenangan minimum yang bisa diandalkan dalam jangka panjang. Dari evaluasi 320 transaksi sejauh ini, tingkat kemenangannya 60%. Evaluasi ini bukan sekadar melakukan backtest dengan sekali klik—itu sama saja dengan bermalas-malasan. Sejujurnya, kalau begitu Anda tidak akan tahu kapan kerugian terjadi. Evaluasi perlu dilakukan dengan memeriksa satu per satu titik masuk transaksi secara langsung, sekaligus mencakup periode pasar sideways, pergerakan satu arah, pasar mendatar, serta kenaikan/penurunan perlahan. Tingkat kemenangan pada periode yang paling menonjol, yaitu pasar sideways, adalah 75%–85%. Periode terburuknya adalah saat volatilitas rendah dan harga naik atau turun perlahan.
⑤ Memahami mengapa tingkat kemenangan strategi 60%, ke mana 40% sisanya, apa kelemahannya, dan kapan strategi bisa digunakan—itulah poin pentingnya. Saya sendiri juga punya sistem kuantitatif. Terus terang, tidak ada satu pun sistem kuantitatif yang bisa berjalan sepanjang tahun. Karena itu, kita membutuhkan beberapa strategi dan penilaian manusia untuk menentukan apakah saat ini sebaiknya menjalankan strategi jual saat harga tinggi, beli saat harga rendah, atau strategi sideways di sekitar titik tengah.
⑥ Strategi bisa terlalu menyesuaikan diri dengan fase tertentu (sideways/mengerek harga/menjatuhkan harga), sehingga tingkat kemenangan yang lebih tinggi bergantung pada penggunanya. Bagaimana menentukan apakah suatu strategi cocok digunakan pada kondisi saat ini? Strategi yang dijalankan tanpa emosi membantu meningkatkan tingkat kemenangan minimum yang bisa diandalkan. Strategi bisa membantu Anda menempuh 80% perjalanan; 20% sisanya tetap harus Anda putuskan sendiri.
① Terlalu menyesuaikan diri dengan kondisi pasar pada periode tertentu. Misalnya, strategi kontrak event saya belakangan ini mencatat 35 transaksi dalam tiga hari dan 6 di antaranya rugi, padahal ada juga rentetan 12 kemenangan. Hasil ini jelas menunjukkan strategi terlalu menyesuaikan diri dengan pasar yang bergerak sideways. Saat harga naik/turun perlahan satu arah atau volatilitas rendah, memang bisa terjadi kerugian beruntun.
② Saat harga naik/turun perlahan atau volatilitas rendah, bahkan tanpa strategi dan hanya membuka posisi kontrak event secara manual, tingkat kemenangan sebenarnya juga rendah. Memang ada masalah seperti ini pada produk ini.
③ Dalam arti yang ketat, strategi mencakup【strategi sideways, strategi naik, dan strategi turun】. Namun, durasi pergerakan satu arah pada kontrak event lebih singkat daripada durasi pasar sideways. Karena itu, kita perlu memahami dengan jelas cakupan penggunaan strategi. Saat menghadapi penurunan atau kenaikan perlahan, maupun volatilitas yang menurun saat pasar bergerak mendatar, kita perlu menilai situasinya secara manual.
④ Strategi memberi Anda tingkat kemenangan minimum yang bisa diandalkan dalam jangka panjang. Dari evaluasi 320 transaksi sejauh ini, tingkat kemenangannya 60%. Evaluasi ini bukan sekadar melakukan backtest dengan sekali klik—itu sama saja dengan bermalas-malasan. Sejujurnya, kalau begitu Anda tidak akan tahu kapan kerugian terjadi. Evaluasi perlu dilakukan dengan memeriksa satu per satu titik masuk transaksi secara langsung, sekaligus mencakup periode pasar sideways, pergerakan satu arah, pasar mendatar, serta kenaikan/penurunan perlahan. Tingkat kemenangan pada periode yang paling menonjol, yaitu pasar sideways, adalah 75%–85%. Periode terburuknya adalah saat volatilitas rendah dan harga naik atau turun perlahan.
⑤ Memahami mengapa tingkat kemenangan strategi 60%, ke mana 40% sisanya, apa kelemahannya, dan kapan strategi bisa digunakan—itulah poin pentingnya. Saya sendiri juga punya sistem kuantitatif. Terus terang, tidak ada satu pun sistem kuantitatif yang bisa berjalan sepanjang tahun. Karena itu, kita membutuhkan beberapa strategi dan penilaian manusia untuk menentukan apakah saat ini sebaiknya menjalankan strategi jual saat harga tinggi, beli saat harga rendah, atau strategi sideways di sekitar titik tengah.
⑥ Strategi bisa terlalu menyesuaikan diri dengan fase tertentu (sideways/mengerek harga/menjatuhkan harga), sehingga tingkat kemenangan yang lebih tinggi bergantung pada penggunanya. Bagaimana menentukan apakah suatu strategi cocok digunakan pada kondisi saat ini? Strategi yang dijalankan tanpa emosi membantu meningkatkan tingkat kemenangan minimum yang bisa diandalkan. Strategi bisa membantu Anda menempuh 80% perjalanan; 20% sisanya tetap harus Anda putuskan sendiri.
