#Circle上半年营收约14亿美元 Circle mencatat pendapatan sekitar US$1,4 miliar pada paruh pertama tahun ini: apakah bisnis stablecoin benar-benar menguntungkan?

Circle baru-baru ini mengungkapkan bahwa pendapatannya pada paruh pertama 2026 mencapai sekitar US$1,4 miliar. Angka ini tentu tidak kecil.
Namun, jika data on-chain USDC dilihat secara bersamaan, terlihat bahwa logika bisnis di industri stablecoin jauh lebih rumit daripada sekadar angka transaksi.

Pada paruh pertama tahun ini, nilai penyelesaian transaksi USDC on-chain mencapai sekitar US$36 triliun, sementara total penerbitan dan penebusannya melampaui US$315 miliar.
Ini menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan, jangkauan peredaran, dan aktivitas USDC di blockchain terus meningkat. Peran stablecoin sebagai infrastruktur blockchain pun semakin kuat.

Namun, yang benar-benar patut diperhatikan adalah struktur biayanya.
Pada paruh pertama tahun ini, Circle mengeluarkan sekitar US$819 juta untuk bagi hasil distribusi melalui mitra dan biaya terkait transaksi, atau sekitar 59% dari total pendapatannya.

Dengan kata lain, meskipun pendapatannya nyaris mencapai US$1,4 miliar, hampir 60% harus dialokasikan untuk kemitraan distribusi, pemeliharaan likuiditas, dan biaya transaksi.
Ini juga menjelaskan mengapa proyek stablecoin sering kali memiliki “volume transaksi yang besar”, tetapi keuntungan belum tentu meningkat sejalan dengannya.

Persaingan di sektor stablecoin bukan lagi sekadar soal besarnya penerbitan, tetapi juga kemampuan bersaing dalam hal saluran distribusi, likuiditas, dan pengendalian biaya.
Bagi Circle, terus berkembangnya skala USDC on-chain merupakan sinyal positif. Namun, apakah volume transaksi yang besar dapat diubah menjadi keuntungan yang lebih sehat masih perlu dicermati.

Bagaimana menurut Anda?
Dengan pendapatan US$1,4 miliar dan biaya distribusi yang nyaris mencapai 60%, apakah ini menunjukkan bahwa bisnis stablecoin mengutamakan skala terlebih dahulu, atau justru terjebak dalam biaya tinggi?

#Circle #USDC