#Circle上半年营收约14亿美元 Semakin banyak orang menggunakan USDC, semakin besar keuntungan Circle? Bisnis ini tidak sesederhana itu
Saya menelaah laporan keuangan Circle untuk paruh pertama 2026 dan menemukan hal yang cukup menarik.
Pendapatan selama enam bulan sekitar 1,395 miliar dolar AS, dengan 94,6% berasal dari pendapatan cadangan.
Sederhananya, semakin besar jumlah USDC yang beredar, semakin banyak dana yang bisa digunakan Circle untuk mengalokasikan aset cadangan; semakin tinggi imbal hasil obligasi pemerintah AS, semakin menguntungkan bisnis ini.
Namun, ada satu persoalan penting: pengguna memakai stablecoin dolar AS, sedangkan pendapatan utama Circle berasal dari hasil investasinya pada cadangan.
Memegang USDC tidak otomatis membuat pengguna ikut menikmati bunga tersebut.
Yang lebih perlu diperhatikan, suku bunga kini bukan satu-satunya faktor penentu.
Pada Q2, jumlah USDC yang beredar mencapai 73,3 miliar dolar AS, naik 19% dibandingkan tahun sebelumnya; tetapi imbal hasil cadangan turun menjadi 3,5%. Skala bisnis masih tumbuh, tetapi keuntungan dari suku bunga mulai menyusut.
Jelas, Circle tidak ingin selamanya hanya mengandalkan selisih bunga.
Pada September, mainnet blockchain publik Arc diluncurkan; bisnis seperti Agent Wallets dan pembayaran AI juga sedang dikembangkan. Yang ingin dibangun Circle bukan sekadar penerbit stablecoin, melainkan juga kendali atas pembayaran, penyelesaian transaksi, dan infrastruktur keuangan on-chain.
Nilai sesungguhnya USDC bukan hanya berapa banyak dolar yang menjadi penopangnya, tetapi juga seberapa banyak transaksi nyata yang bergantung padanya.
Jika pendapatan di masa depan tetap sangat bergantung pada bunga cadangan, siklus penurunan suku bunga akan selalu menjadi ujian. Namun, jika pembayaran dan infrastruktur on-chain benar-benar bisa berkembang, Circle berpeluang melepaskan diri dari model pendapatan tunggal.
Persaingan stablecoin berikutnya mungkin bukan hanya soal siapa yang menerbitkan dalam jumlah terbesar, tetapi siapa yang mampu mengubah volume peredaran menjadi pendapatan bisnis yang berkelanjutan.
Jadi, pada akhirnya Circle akan menjadi perusahaan stablecoin yang menghasilkan uang dari bunga, atau perusahaan infrastruktur keuangan on-chain? Kita tunggu saja.
Saya menelaah laporan keuangan Circle untuk paruh pertama 2026 dan menemukan hal yang cukup menarik.
Pendapatan selama enam bulan sekitar 1,395 miliar dolar AS, dengan 94,6% berasal dari pendapatan cadangan.
Sederhananya, semakin besar jumlah USDC yang beredar, semakin banyak dana yang bisa digunakan Circle untuk mengalokasikan aset cadangan; semakin tinggi imbal hasil obligasi pemerintah AS, semakin menguntungkan bisnis ini.
Namun, ada satu persoalan penting: pengguna memakai stablecoin dolar AS, sedangkan pendapatan utama Circle berasal dari hasil investasinya pada cadangan.
Memegang USDC tidak otomatis membuat pengguna ikut menikmati bunga tersebut.
Yang lebih perlu diperhatikan, suku bunga kini bukan satu-satunya faktor penentu.
Pada Q2, jumlah USDC yang beredar mencapai 73,3 miliar dolar AS, naik 19% dibandingkan tahun sebelumnya; tetapi imbal hasil cadangan turun menjadi 3,5%. Skala bisnis masih tumbuh, tetapi keuntungan dari suku bunga mulai menyusut.
Jelas, Circle tidak ingin selamanya hanya mengandalkan selisih bunga.
Pada September, mainnet blockchain publik Arc diluncurkan; bisnis seperti Agent Wallets dan pembayaran AI juga sedang dikembangkan. Yang ingin dibangun Circle bukan sekadar penerbit stablecoin, melainkan juga kendali atas pembayaran, penyelesaian transaksi, dan infrastruktur keuangan on-chain.
Nilai sesungguhnya USDC bukan hanya berapa banyak dolar yang menjadi penopangnya, tetapi juga seberapa banyak transaksi nyata yang bergantung padanya.
Jika pendapatan di masa depan tetap sangat bergantung pada bunga cadangan, siklus penurunan suku bunga akan selalu menjadi ujian. Namun, jika pembayaran dan infrastruktur on-chain benar-benar bisa berkembang, Circle berpeluang melepaskan diri dari model pendapatan tunggal.
Persaingan stablecoin berikutnya mungkin bukan hanya soal siapa yang menerbitkan dalam jumlah terbesar, tetapi siapa yang mampu mengubah volume peredaran menjadi pendapatan bisnis yang berkelanjutan.
Jadi, pada akhirnya Circle akan menjadi perusahaan stablecoin yang menghasilkan uang dari bunga, atau perusahaan infrastruktur keuangan on-chain? Kita tunggu saja.
