Sekilas melihat laporan keuangan Circle untuk paruh pertama 2026, ternyata cukup menarik.
Pendapatan Q1 sebesar $694 juta, Q2 sebesar $701 juta, sehingga totalnya sekitar **$1,4 miliar** untuk paruh pertama tahun ini.
Namun, yang lebih menarik adalah dari mana uang ini berasal:
94% berasal dari bunga cadangan.
Logikanya sederhana—saat kamu mengirim USDC ke blockchain, Circle menyimpan dolar yang mendasarinya dalam obligasi pemerintah AS. Semua bunganya masuk ke kantong Circle, bukan ke kantongmu.
Dengan kata lain, semakin banyak orang menggunakan USDC dan semakin besar skalanya, semakin besar pula pendapatan Circle. Pada Q1, jumlah USDC yang beredar mencapai $77 miliar, naik 28% dibanding tahun sebelumnya. Volume transaksi on-chain bahkan lebih mencengangkan, naik 263% dibanding tahun sebelumnya hingga mencapai $21,5 triliun.
Model ini nyaris tak terkalahkan saat suku bunga tinggi—skala bisnis bertumbuh, suku bunga menopang pendapatan, dan pendapatan pun terus meningkat.
Namun, batas pertumbuhannya kini mulai terlihat:
USDC mencapai puncak $79,2 miliar pada 17 Maret, lalu mulai turun. Pada Oktober, jumlahnya sudah merosot kembali ke $71,8 miliar, turun hampir 10%. Begitu siklus penurunan suku bunga dimulai, pendapatan Circle dari bunga cadangan juga akan menyusut.
Circle kini menyadari masalah ini. Mereka sedang mengembangkan L1 milik sendiri bernama Arc, serta meluncurkan Agent Wallets dan protokol pembayaran AI. Tujuannya adalah beralih dari “meraup selisih bunga” menjadi “memungut biaya platform”. Apakah ini akan berhasil? Kita lihat saja nanti.
Circle menyelesaikan IPO pada Juni 2025 dengan kode saham CRCL, dan meraup sekitar $1,1 miliar saat melantai di bursa. Laporan keuangan paruh pertama tahun ini bisa dibilang berhasil membuktikan model bisnisnya, tetapi risiko strukturalnya juga sudah tampak jelas.
Di dunia stablecoin, investor ritel menggunakan USDC untuk membayar biaya transaksi, sementara institusi meraup bunga cadangan. Sekarang sudah jelas bagaimana aturan mainnya?
$USDC
#circle上半年营收约14亿美元