Pada 17 Oktober, Fed resmi memasuki “masa tenang” sebelum rapat kebijakan suku bunga. Di AS,
CPI terbaru untuk September naik 3,7% secara tahunan, melampaui perkiraan. Ketua Fed Kevin Warsh tidak melanjutkan sikap hawkish yang keras seperti yang ditunjukkannya dalam konferensi Jackson Hole; sikapnya kali ini jelas lebih moderat.
Berikut rangkuman analisis lembaga dan poin-poin utama:

1. Sinyal penting dari Warsh: cenderung menahan kenaikan suku bunga?
* Tidak berkomitmen untuk menaikkan suku bunga sebelumnya: Warsh menegaskan bahwa Fed akan “mengambil keputusan berdasarkan kondisi pada setiap rapat”, dan menyebut kenaikan suku bunga pada September sebagai “penarikan kebijakan akomodatif”, bukan awal dari siklus pengetatan.
* Tidak mengulangi pernyataan hawkish: Meski data CPI September lebih tinggi dari perkiraan, Warsh menilai kinerja ekonomi secara umum sesuai dengan ekspektasi pada September. Sebelum masa tenang, ia tidak gencar mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan pada Oktober.
* Ekspektasi lembaga: Bloomberg Economics menyebut bahwa Warsh “tidak menyatakan sikap” justru merupakan sinyal terbesar, yang mengisyaratkan bahwa Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada rapat kebijakan 27–28 Oktober.

2. Dampak ganda AI (kecerdasan buatan) terhadap inflasi dan kebijakan moneter
Warsh optimistis AI akan meningkatkan produktivitas jangka panjang, tetapi juga mengakui bahwa AI dapat menimbulkan dampak sementara terhadap ekonomi dan inflasi:
* Tekanan permintaan jangka pendek: pembangunan dan investasi berskala besar di bidang AI dengan cepat mendorong permintaan, sehingga meningkatkan inflasi dalam jangka pendek.
* Manfaat dari sisi penawaran dalam jangka menengah: Pada akhirnya, AI akan menjadi guncangan positif dari sisi penawaran, yang secara signifikan meningkatkan produktivitas dan meredakan tekanan inflasi dalam jangka panjang.

3. Penilaian kuantitatif Goldman Sachs: perangkat keras AI dan komputasi mendorong inflasi PCE sebesar 45 basis poin
Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menguraikan secara terperinci dampak permintaan AI terhadap inflasi:
* Memori dan perangkat lunak: menyumbang sekitar 20 basis poin terhadap inflasi Core PCE (sebagian besar berasal dari bias statistik).
* Komponen elektronik: diperkirakan menyumbang total sekitar 15 basis poin hingga akhir tahun depan.
* Listrik untuk pusat data: secara keseluruhan menyumbang sekitar 10–20 basis poin melalui biaya energi perusahaan dan tagihan listrik rumah tangga.
* Logam industri: kebutuhan infrastruktur pusat data mendorong inflasi inti sekitar 5 basis poin.
* Kesimpulan Goldman Sachs: dampak AI dalam mendorong inflasi sekitar 45 basis poin dan sudah mendekati puncaknya. Diperkirakan Core PCE akan kembali mendekati target 2% tahun depan seiring melambatnya kenaikan harga perangkat keras.

#SahamBursaBinance