Imbal hasil Treasury AS yang tinggi mencerminkan tantangan ganda bagi pasar: inflasi yang persisten dan biaya pinjaman yang tinggi.
Imbal hasil Treasury 10 tahun berada di sekitar 5,10%, sementara imbal hasil 30 tahun mendekati 5,44%. Dengan ekspektasi inflasi satu tahun naik menjadi 3,9%, pasar tetap khawatir bahwa inflasi mungkin tidak akan cukup cepat mereda, sehingga berpotensi membatasi ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.
Pandangan saya: Volatilitas pasar dapat meningkat dalam jangka pendek, sehingga menekan BTC dan saham-saham dengan valuasi tinggi. Pergerakan harga emas akan bergantung pada keseimbangan antara suku bunga riil dan permintaan aset aman.
Inti yang perlu diperhatikan: Kenaikan imbal hasil dapat menekan aset berisiko, tetapi penurunan imbal hasil juga bisa menandakan peralihan ke aset aman—bukan berarti pasar sedang bullish.
Pantau data inflasi, imbal hasil Treasury, dolar AS, dan arus modal untuk mengetahui apakah tekanan pasar mulai mereda atau risiko yang lebih dalam mulai muncul.