Sabtu pagi pukul 8, yang menyeretku keluar dari kasur bukanlah impian, melainkan bor listrik dari lantai atas 😮💨
Alarm pukul 7 di hari kerja masih bisa kumatikan. Bor listrik pukul 8 di akhir pekan? Nggak bisa. Bahkan dia nggak punya hati—nggak ada opsi “ingatkan nanti” juga.
Pernah sadar nggak, urusan renovasi rumah ini seperti punya ilmu gaib: sebelum kamu pindah, seluruh gedung tenang-tenang saja. Begitu kamu tinggal di sana, tetangga seberang mulai merobohkan tembok, penghuni lantai atas mulai mengebor, dan tetangga sebelah mulai membenahi pipa serta kabel listrik. Seolah-olah seluruh gedung sudah sepakat untuk mulai bekerja tepat pada hari kamu pindah.
Skenario di grup penghuni gedung juga selalu sama:
“Rumah siapa yang sedang direnovasi?”
“Bisa lebih pelan sedikit nggak?”
“Nomor telepon pengelola gedung berapa?”
Lalu bor listrik berhenti selama lima menit, semua orang mengira sudah selesai. Ternyata dia cuma ganti mata bor.
Jujur saja, bor listrik lebih ampuh daripada alarm karena saat alarm berbunyi, kamu bisa memilih untuk tidak bangun. Tapi saat bor listrik berbunyi, kamu bahkan nggak sempat “memilih”. Sebenarnya, ini mengingatkan kita pada hal yang sama: akhir pekan seharusnya menjadi “waktuku”, tapi selalu ada suara-suara yang mengatur waktumu dengan sangat jelas. Mungkin satu-satunya bentuk perlawanan orang dewasa adalah menutupi kepala dengan bantal dan bermalas-malasan lima menit lagi.
Renovasi paling lama di rumah tetanggamu berlangsung berapa lama? Yuk, adu nasib di kolom komentar 👇
Sumber: pengamatan kehidupan sehari-hari orisinal, bukan salinan berita.
Alarm pukul 7 di hari kerja masih bisa kumatikan. Bor listrik pukul 8 di akhir pekan? Nggak bisa. Bahkan dia nggak punya hati—nggak ada opsi “ingatkan nanti” juga.
Pernah sadar nggak, urusan renovasi rumah ini seperti punya ilmu gaib: sebelum kamu pindah, seluruh gedung tenang-tenang saja. Begitu kamu tinggal di sana, tetangga seberang mulai merobohkan tembok, penghuni lantai atas mulai mengebor, dan tetangga sebelah mulai membenahi pipa serta kabel listrik. Seolah-olah seluruh gedung sudah sepakat untuk mulai bekerja tepat pada hari kamu pindah.
Skenario di grup penghuni gedung juga selalu sama:
“Rumah siapa yang sedang direnovasi?”
“Bisa lebih pelan sedikit nggak?”
“Nomor telepon pengelola gedung berapa?”
Lalu bor listrik berhenti selama lima menit, semua orang mengira sudah selesai. Ternyata dia cuma ganti mata bor.
Jujur saja, bor listrik lebih ampuh daripada alarm karena saat alarm berbunyi, kamu bisa memilih untuk tidak bangun. Tapi saat bor listrik berbunyi, kamu bahkan nggak sempat “memilih”. Sebenarnya, ini mengingatkan kita pada hal yang sama: akhir pekan seharusnya menjadi “waktuku”, tapi selalu ada suara-suara yang mengatur waktumu dengan sangat jelas. Mungkin satu-satunya bentuk perlawanan orang dewasa adalah menutupi kepala dengan bantal dan bermalas-malasan lima menit lagi.
Renovasi paling lama di rumah tetanggamu berlangsung berapa lama? Yuk, adu nasib di kolom komentar 👇
Sumber: pengamatan kehidupan sehari-hari orisinal, bukan salinan berita.