Tur Solana di Tiongkok berulang kali kena masalah: dengan gaya heboh “menerangi” Lujiazui, ujung-ujungnya nyaris “ketarik bijinya”
Tragedi humas paling kocak tahun ini di dunia Web3: tur Solana ke empat kota di Tiongkok mengusung tema “datang dengan gegap gempita, lalu mundur secepat kilat”.
🎬 Babak pertama: pamer gaya, sudah jadi kebiasaan
Strategi Solana kali ini sebenarnya jitu: fokus “bicara soal blockchain, bukan koin”. Mereka bahkan membuka kantor di Shanghai dan menggelontorkan banyak uang untuk memasang iklan layar raksasa di Gedung Citibank, Lujiazui, demi “menerangi cakrawala Shanghai”.
Gaya semewah itu sampai membuat CZ dari Binance tak tahan untuk mencuit terang-terangan, penuh iri: “Wah, Solana bisa promosi seperti ini di Tiongkok. BNB kami nggak bisa! 🍋”
🎬 Babak kedua: suasana berubah drastis, polisi ekonomi mengetuk pintu
Mungkin iklan layar raksasanya terlalu membekas, ditambah banyak tim promosi lapangan dan tim CX (MLM) yang memanfaatkan situasi untuk menyesatkan orang dengan klaim “didukung resmi”. Akibatnya, acara benar-benar lepas kendali—jumlah pendaftar naik empat kali lipat dalam semalam! Jauh melampaui kapasitas yang dilaporkan.
Lalu terjadilah adegan ikonik: acara yang dijadwalkan pukul 9:30 pagi didatangi langsung oleh 8 atau 9 petugas penegak hukum, sementara sekelompok orang tertahan di luar selama lebih dari satu jam. Acara di Shanghai mendadak diumumkan ditunda. Tak lama kemudian, acara di Beijing dan Hangzhou serta jamuan makan malam VIP semuanya dibatalkan secepat kilat—bisa dibilang “babak belur semua”.
🎬 Babak ketiga: pihak resmi berusaha menyelamatkan muka, lalu tokoh besar menambah pukulan
Ketua Solana Foundation, Lily Liu, buru-buru mencuit untuk menyelamatkan muka: “Ini bukan masalah kami, antusiasme kalian terlalu besar, orangnya terlalu banyak. Demi mematuhi ketentuan setempat, kami terpaksa menundanya (hiks).”
Sementara CZ, yang sebelumnya masih merasa iri, langsung beralih ke mode mengejek: “Waduh, sepertinya mereka memang benar-benar nggak paham kebijakan setempat ya~🥱”
🎬 Babak keempat: terbukti langganan bikin masalah
Warganet yang mengulik menemukan bahwa ini sama sekali bukan pertama kalinya Solana “ketarik bijinya”! Dalam kurun setahun, mereka sudah tiga kali tersandung masalah di Shenzhen dan Shanghai (dua kali). Alasan resmi setiap kali selalu sama: tempatnya tidak memadai, orangnya terlalu banyak, pertimbangan keamanan. Pokoknya, dua kata “regulasi” tak pernah disebut-sebut.
Aksi kali ini ingin memanfaatkan nama pihak resmi untuk mengeruk uang investor kecil-kecilan dengan gaya heboh, tapi nyaris terjerumus ke selokan bersama kursi-kursinya.
Kalau mau mengembangkan teknologi di dalam negeri, rahasianya adalah: lakukan diam-diam, lalu raup untung tanpa banyak bicara. Terlalu heboh, begitu angin bertiup kencang, pinggang bisa keseleo dan biji pun bisa ketarik! $SOL $BNB
Tragedi humas paling kocak tahun ini di dunia Web3: tur Solana ke empat kota di Tiongkok mengusung tema “datang dengan gegap gempita, lalu mundur secepat kilat”.
🎬 Babak pertama: pamer gaya, sudah jadi kebiasaan
Strategi Solana kali ini sebenarnya jitu: fokus “bicara soal blockchain, bukan koin”. Mereka bahkan membuka kantor di Shanghai dan menggelontorkan banyak uang untuk memasang iklan layar raksasa di Gedung Citibank, Lujiazui, demi “menerangi cakrawala Shanghai”.
Gaya semewah itu sampai membuat CZ dari Binance tak tahan untuk mencuit terang-terangan, penuh iri: “Wah, Solana bisa promosi seperti ini di Tiongkok. BNB kami nggak bisa! 🍋”
🎬 Babak kedua: suasana berubah drastis, polisi ekonomi mengetuk pintu
Mungkin iklan layar raksasanya terlalu membekas, ditambah banyak tim promosi lapangan dan tim CX (MLM) yang memanfaatkan situasi untuk menyesatkan orang dengan klaim “didukung resmi”. Akibatnya, acara benar-benar lepas kendali—jumlah pendaftar naik empat kali lipat dalam semalam! Jauh melampaui kapasitas yang dilaporkan.
Lalu terjadilah adegan ikonik: acara yang dijadwalkan pukul 9:30 pagi didatangi langsung oleh 8 atau 9 petugas penegak hukum, sementara sekelompok orang tertahan di luar selama lebih dari satu jam. Acara di Shanghai mendadak diumumkan ditunda. Tak lama kemudian, acara di Beijing dan Hangzhou serta jamuan makan malam VIP semuanya dibatalkan secepat kilat—bisa dibilang “babak belur semua”.
🎬 Babak ketiga: pihak resmi berusaha menyelamatkan muka, lalu tokoh besar menambah pukulan
Ketua Solana Foundation, Lily Liu, buru-buru mencuit untuk menyelamatkan muka: “Ini bukan masalah kami, antusiasme kalian terlalu besar, orangnya terlalu banyak. Demi mematuhi ketentuan setempat, kami terpaksa menundanya (hiks).”
Sementara CZ, yang sebelumnya masih merasa iri, langsung beralih ke mode mengejek: “Waduh, sepertinya mereka memang benar-benar nggak paham kebijakan setempat ya~🥱”
🎬 Babak keempat: terbukti langganan bikin masalah
Warganet yang mengulik menemukan bahwa ini sama sekali bukan pertama kalinya Solana “ketarik bijinya”! Dalam kurun setahun, mereka sudah tiga kali tersandung masalah di Shenzhen dan Shanghai (dua kali). Alasan resmi setiap kali selalu sama: tempatnya tidak memadai, orangnya terlalu banyak, pertimbangan keamanan. Pokoknya, dua kata “regulasi” tak pernah disebut-sebut.
Aksi kali ini ingin memanfaatkan nama pihak resmi untuk mengeruk uang investor kecil-kecilan dengan gaya heboh, tapi nyaris terjerumus ke selokan bersama kursi-kursinya.
Kalau mau mengembangkan teknologi di dalam negeri, rahasianya adalah: lakukan diam-diam, lalu raup untung tanpa banyak bicara. Terlalu heboh, begitu angin bertiup kencang, pinggang bisa keseleo dan biji pun bisa ketarik! $SOL $BNB
