Indonesia telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk memantapkan posisinya sebagai salah satu pasar berkembang terpenting di dunia. Kini, negara itu—ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan produk domestik bruto sekitar $1,5 triliun—berisiko kehilangan posisi tersebut, yang berpotensi membahayakan investasi asing senilai miliaran dolar.
Pada Januari, penyedia indeks MSCI Inc. memperingatkan bahwa mereka mungkin menurunkan status pasar saham Indonesia dari “berkembang” menjadi “frontier”. Klasifikasi tersebut membantu menentukan bagaimana investor global mengalokasikan dana triliunan dolar di berbagai pasar, serta memengaruhi kemudahan pemerintah dan perusahaan dalam menghimpun modal. Peringatan itu mempertegas kekhawatiran yang telah lama ada mengenai konsentrasi kepemilikan dan integritas pasar saham di negara tersebut, sehingga memicu salah satu aksi jual terburuk di pasar saham nasional.
#MSCI规则 $MSCI.US