Dua level harga BTC di atas dan di bawah kini menjadi zona berbahaya bagi pihak bullish maupun bearish.

Data terbaru tentang intensitas likuidasi menunjukkan bahwa jika $BTC turun di bawah US$77.944, total intensitas likuidasi posisi long di platform perdagangan utama akan mencapai US$1,893 miliar. Sebaliknya, jika harga menembus US$85.942 ke atas, total intensitas likuidasi posisi short akan mencapai US$1,315 miliar.

Jika kedua angka ini dilihat berdampingan, ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Pertama, skala likuidasi posisi long di bawah jauh lebih besar daripada posisi short di atas, yakni US$1,893 miliar berbanding US$1,315 miliar. Ini menunjukkan bahwa leverage bullish saat ini menumpuk lebih besar. Jika harga turun dan memicu likuidasi berantai, tekanan jual yang dilepaskan bisa lebih kuat daripada tekanan akibat short squeeze. Kedua, jarak antara kedua harga pemicu sekitar US$8.000, membentuk rentang fluktuasi yang relatif lebar. Saat harga bergerak di dalam rentang ini, kedua pihak sulit terlikuidasi dalam skala besar, sehingga pergerakan pasar cenderung tarik-menarik. Ketiga, intensitas likuidasi tidak berarti likuidasi pasti terjadi. Angka ini mencerminkan distribusi leverage, bukan arah harga—yang benar-benar menentukan apakah level tersebut tersentuh adalah kemampuan kekuatan beli dan jual di pasar spot untuk mendorong harga ke titik-titik kritis tersebut.

Dengan kata lain, US$77.944 dan US$85.942 lebih mirip dua sumbu pemicu daripada target harga. Bagi pembaca yang memperhatikan struktur dana, alih-alih menebak arah, lebih baik mencermati perubahan volume saat harga mendekati kedua level ini: penembusan dengan volume besar dan pengujian dengan volume kecil bisa menghasilkan skenario yang sama sekali berbeda.

Pertanyaannya sekarang, leverage bullish lebih padat. Menurut Anda, sisi mana yang akan lebih dulu terbakar kali ini?

$BTC #比特币 #Likuidasi

#AnalisisPasar