Mengapa kamu yang berkecimpung di dunia kripto perlu peduli dengan obligasi dan suku bunga? 🎓 $BNB

Banyak orang bertanya-tanya apa hubungan obligasi tradisional dengan membeli mata uang kripto. Mari kita lihat contohnya: ketika bank sentral menaikkan suku bunga, obligasi pemerintah memberikan imbal hasil yang lebih tinggi.

Saat itu, pemodal besar dan investor institusional lebih memilih menarik uang mereka dari pasar berisiko (seperti saham dan mata uang kripto) untuk menanamkannya pada obligasi yang aman. Itulah sebabnya pasar kripto biasanya mengalami koreksi atau penurunan saat suku bunga naik, apa pun token yang kamu miliki di portofoliomu!
Untuk memahami dinamika makroekonomi ini, Binance Academy menyediakan kursus gratis agar kamu bisa belajar tanpa hambatan.

Saat mengikuti kursus "Memahami Obligasi", kamu akan mengetahui bahwa obligasi tak lebih dari pinjaman: kamu bertindak sebagai pemberi pinjaman, sementara penerbit berutang kepadamu dan membayar imbal hasil sebagai gantinya. Perusahaan besar dan pemerintah menerbitkan obligasi untuk menghimpun modal dari banyak investor sekaligus tanpa harus melepas kepemilikan perusahaan, tidak seperti saham. Setiap obligasi memiliki tiga komponen penting: nilai nominal, kupon (suku bunga tetap), dan tanggal jatuh tempo.

Kunci dari semua ini adalah adanya hubungan terbalik: ketika suku bunga ekonomi naik dan obligasi baru diterbitkan dengan kupon 7%, obligasi lama yang membayar kupon 5% menjadi kurang menarik dan harganya turun di pasar sekunder, karena tak seorang pun mau membayar harga penuh untuk sesuatu yang memberikan imbal hasil lebih rendah.

Memahami semua ini memberimu perspektif analitis dan pandangan yang jelas untuk mengetahui alasan likuiditas global bergerak. Aku sudah menyelesaikan kursusnya dan sertifikatku siap!
Curso

Aku mengajakmu belajar gratis di akademi sebelum 25 Oktober. Bagikan sertifikatmu di Binance Square dengan tagar tersebut dan ikutlah dalam inisiatif besar ini. 💪✨ @Binance Academy
#BinanceAcademyCourse