Ya, FSC mengumumkannya pada *15 Okt 2026*.
*Yang terjadi:*$AGT $SIREN $TIA
Pemicu: Insiden keamanan siber di *16 perusahaan*, termasuk bursa kripto. Setelah itu, FSC melakukan peninjauan terhadap *555 perusahaan keuangan* di seluruh industri.
- Ditemukan *kekurangan keamanan siber di 130 perusahaan*, dengan *sekitar 100.000 data pelanggan terekspos* — nama, detail kontak, nomor registrasi penduduk (nomor identitas nasional), dan alamat email.
*Pihak yang disebutkan:*
Kripto: *Streami* (operator bursa Gopax) dan *Prabang / Pravang* (platform perdagangan yang mengungkapkan pada 2 Okt bahwa peretasan telah membocorkan informasi pribadi)
- Juga bank: *Shinhan, Kookmin, Busan, Hana*, serta bank tabungan Yegaram, Welcome, DB, OK, Hyundai Capital, dan lainnya.
*Rezim baru yang diusulkan (belum berlaku):*
*Penilaian kerentanan dua kali setahun* untuk lembaga keuangan besar — meningkat dari sekali setahun (situs web eksternal sudah diperiksa 2 kali, kini sistem internal juga akan diperiksa)
- *Inspeksi tanpa jadwal* diizinkan saat ancaman mendesak muncul
- *Berbagi informasi yang lebih baik* antara pemerintah dan sektor swasta
- *Pemantauan berbasis AI* bagi UKM yang kekurangan sumber daya
- *Akuntabilitas eksekutif yang lebih kuat* — menetapkan tanggung jawab keamanan siber bagi eksekutif senior dan memperlakukan kegagalan sebagai kegagalan tata kelola
FSC menyatakan bahwa mereka masih menyelidiki apakah serangan tersebut menggunakan *AI* dan apakah kelompok penyerang yang sama menyerang beberapa perusahaan.
Dan ya, VASP kripto akan menghadapi *pemeriksaan ketat yang sama seperti bank* berdasarkan aturan ini — yang akan meningkatkan biaya kepatuhan, terutama bagi bursa Korea yang lebih kecil. Belum ada tanggal berlaku yang pasti — ini adalah rencana reformasi yang sedang disiapkan untuk diterapkan.
Secara terpisah, pada pekan yang sama Korea Selatan juga mengambil langkah untuk *memblokir 27 situs web kripto luar negeri*, termasuk KuCoin dan MEXC, karena beroperasi tanpa pendaftaran VASP.