Jebakan Dominasi Bitcoin: BTC.D yang Meningkat Tidak Selalu Berarti Altcoin Sedang Anjlok
Dominasi Bitcoin adalah salah satu indikator yang paling banyak dipantau di pasar mata uang kripto.
Namun, banyak trader salah memahami apa yang sebenarnya diukur oleh indikator ini.
Dominasi Bitcoin menunjukkan porsi Bitcoin dari total kapitalisasi pasar mata uang kripto.
Bayangkan total pasar kripto bernilai $3 triliun.
Bitcoin mencakup $1,8 triliun.
Dominasinya adalah 60%.
Sekarang, anggaplah kapitalisasi pasar Bitcoin naik 10%, sementara bagian pasar lainnya tidak berubah.
Dominasi Bitcoin meningkat meskipun nilai altcoin tidak turun.
Hal ini menunjukkan perbedaan penting:
Meningkatnya dominasi Bitcoin tidak otomatis berarti harga altcoin sedang turun.
Dominasi dapat meningkat karena kinerja Bitcoin lebih unggul, altcoin turun lebih cepat, atau kedua pasar bergerak ke arah yang berbeda.
Karena itu, analis institusional mengamati dominasi BTC bersama ETH/BTC, kapitalisasi pasar stablecoin, volume perdagangan, dan selera risiko secara umum.
Penembusan dominasi saja tidak cukup untuk menjadi bukti bahwa kejatuhan altcoin akan segera terjadi.
Biaya perdagangan juga penting saat beralih antara Bitcoin dan altcoin.
Dengan komisi Binance Spot sebagai ilustrasi sebesar 0,10%, total volume perdagangan kumulatif $300.000 menghasilkan biaya sebesar $300.
Potongan 20% yang memenuhi syarat akan menurunkan jumlah tersebut menjadi sekitar $240.
Pengguna baru Binance yang memenuhi syarat dapat memeriksa kode referral CODE2026 untuk mendapatkan potensi diskon 20% atas biaya perdagangan Spot yang memenuhi syarat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, komisi yang lebih rendah tidak dapat menghilangkan risiko rotasi portofolio yang dilakukan pada waktu yang tidak tepat.
Kesimpulan bagi investor institusional:
Dominasi Bitcoin mengukur pangsa pasar relatif, bukan kinerja investasi absolut.
Sebelum menafsirkan perubahan BTC.D, tentukan apakah Bitcoin sedang menguat, altcoin sedang kehilangan nilai, atau keduanya.
Pangsa pasar menunjukkan siapa yang memimpin. Namun, itu tidak menunjukkan apakah pihak lain sedang merugi.
Dominasi Bitcoin adalah salah satu indikator yang paling banyak dipantau di pasar mata uang kripto.
Namun, banyak trader salah memahami apa yang sebenarnya diukur oleh indikator ini.
Dominasi Bitcoin menunjukkan porsi Bitcoin dari total kapitalisasi pasar mata uang kripto.
Bayangkan total pasar kripto bernilai $3 triliun.
Bitcoin mencakup $1,8 triliun.
Dominasinya adalah 60%.
Sekarang, anggaplah kapitalisasi pasar Bitcoin naik 10%, sementara bagian pasar lainnya tidak berubah.
Dominasi Bitcoin meningkat meskipun nilai altcoin tidak turun.
Hal ini menunjukkan perbedaan penting:
Meningkatnya dominasi Bitcoin tidak otomatis berarti harga altcoin sedang turun.
Dominasi dapat meningkat karena kinerja Bitcoin lebih unggul, altcoin turun lebih cepat, atau kedua pasar bergerak ke arah yang berbeda.
Karena itu, analis institusional mengamati dominasi BTC bersama ETH/BTC, kapitalisasi pasar stablecoin, volume perdagangan, dan selera risiko secara umum.
Penembusan dominasi saja tidak cukup untuk menjadi bukti bahwa kejatuhan altcoin akan segera terjadi.
Biaya perdagangan juga penting saat beralih antara Bitcoin dan altcoin.
Dengan komisi Binance Spot sebagai ilustrasi sebesar 0,10%, total volume perdagangan kumulatif $300.000 menghasilkan biaya sebesar $300.
Potongan 20% yang memenuhi syarat akan menurunkan jumlah tersebut menjadi sekitar $240.
Pengguna baru Binance yang memenuhi syarat dapat memeriksa kode referral CODE2026 untuk mendapatkan potensi diskon 20% atas biaya perdagangan Spot yang memenuhi syarat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, komisi yang lebih rendah tidak dapat menghilangkan risiko rotasi portofolio yang dilakukan pada waktu yang tidak tepat.
Kesimpulan bagi investor institusional:
Dominasi Bitcoin mengukur pangsa pasar relatif, bukan kinerja investasi absolut.
Sebelum menafsirkan perubahan BTC.D, tentukan apakah Bitcoin sedang menguat, altcoin sedang kehilangan nilai, atau keduanya.
Pangsa pasar menunjukkan siapa yang memimpin. Namun, itu tidak menunjukkan apakah pihak lain sedang merugi.