Drama Farcaster ini bikin ngakak: Balaji, bos baru yang mengusung panji desentralisasi, baru hari pertama menjabat sudah mengungkit masa lalu pengguna lalu memblokir akun mereka. Sekalian, dia merilis social smart contract—tanda tangan dulu kalau mau unggahanmu dilihat orang; kalau tidak, kamu cuma bisa jadi penonton yang hanya bisa membaca. Visinya adalah menjadikan platform ini “Singapura-nya media sosial”: hukum tanpa pandang bulu, pelanggaran digital berat siap dihukum, bahkan sampai memberi contoh penjara Bukele. Wah, protokol negara internet yang hebat: langkah pertamanya adalah sentralisasi dan bersih-bersih jalanan. Jadi, ujung dari media sosial terdesentralisasi itu kebebasan, atau cuma ganti bos? Pilih kubu di kolom komentar: A. Aturan dulu, baru bicara kebebasan—dukung penertiban / B. Ini bukan desentralisasi, cuma ganti orang yang mengatur. #Farcaster