🔥 Meski "api" masih terbatas di wilayah tertentu untuk saat ini, Bank of America sudah memetakan seperti apa kemungkinan akhir dari demam AI. Dua peringatan besar dari pasar dalam satu pekan jelas bukan kebetulan.
📉 Guncangan Pendapatan
Kamis lalu nyaris terjadi pengulangan "momen DeepSeek". Begitu FT melaporkan bahwa pendapatan tahunan OpenAI sekitar $50 miliar (jauh di bawah ekspektasi, dengan selisih sebesar $20 miliar), Nasdaq turun 1,4% dan produsen chip merosot 3,4%. Yang patut dicatat, imbal hasil obligasi juga turun seiring dengan saham, membalikkan pola perdagangan pasar sebelumnya.
💸 Efek Domino Utang
Kemarin, skenario yang sama terulang—kali ini dipicu oleh kekhawatiran soal utang. CoreWeave ($CRWVB ) anjlok 15%, terpukul oleh model bisnis yang bermasalah: meminjam dengan bunga 9%, sementara investasinya hanya menghasilkan sekitar 1%. Pasar kredit kini memperhitungkan probabilitas 63% bahwa perusahaan tersebut akan gagal bayar dalam 5 tahun ke depan. Hal ini memicu aksi jual saham teknologi: DigitalOcean (DOCN) turun 14%, Nebius ($NBISB ) merosot 9%, Oracle ($ORCLB ) melemah 9%, dan Nasdaq kembali turun 2%.



🛡️ Risiko Pasar & Aset Aman
Ketika kekecewaan terhadap AI paling keras menghantam Nasdaq, obligasi sekali lagi diperkirakan menjadi aset pelindung.
Kabar Baik: Saham-saham yang terlalu panas masih terbatas. Hanya ada 13 saham seperti itu di S&P 500 (hanya 2,4% dari indeks, jauh dari 20–40% yang terlihat di puncak gelembung dot-com).
Kabar Buruk: Ketenangan pasar saat ini semu, ditopang sementara oleh lindung nilai para market maker. Jika S&P 500 turun di bawah 7.700 poin, bantalan perlindungan ini akan menipis, yang berpotensi memicu kejatuhan pasar yang semakin cepat dengan sendirinya.





