#美国9月PPI年率升至6.3% $BTC $ZAMA $EWYB
🤔 Sejujurnya, saya kini lebih berhati-hati terhadap pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek dibandingkan beberapa hari lalu.
Ada sinyal divergensi yang patut diwaspadai:
imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun, dolar melemah, dan emas menguat.
Dalam kondisi normal, ini seharusnya menguntungkan BTC.
Namun, harga sempat merosot mendekati 80.000 dolar AS.
Tambahkan satu data penting: pada 14 Oktober, ETF spot BTC AS mencatat arus keluar bersih sebesar 261 juta dolar AS.
Ini memunculkan dugaan: pasar saat ini mungkin bukan sedang memperdagangkan «pelonggaran likuiditas di masa depan», melainkan «kepanikan mencari aset aman».
Penurunan imbal hasil Treasury AS bisa terjadi dalam dua skenario:
✅ Skenario pertama: pasar bertaruh pada pemangkasan suku bunga, dan dana ingin mengalir ke aset berisiko.
Skenario kedua: karena takut, orang-orang berbondong-bondong membeli obligasi pemerintah untuk mencari perlindungan.
Jika skenario kedua yang terjadi, penurunan imbal hasil belum tentu bisa menopang harga Bitcoin.
Selanjutnya, pantau tiga indikator utama 👀
1️⃣ Apakah BTC bisa kembali bertahan di atas level 83.000?
2️⃣ Apakah arus dana ETF bisa kembali mencatat arus masuk bersih secara konsisten?
3️⃣ Saat imbal hasil Treasury AS terus turun, apakah BTC akan memantul atau tetap lesu?
Sekalipun kondisi makro membaik, jika pembeli tetap tidak muncul, saya akan tetap berhati-hati.
Sebaliknya, jika muncul kabar buruk lagi tetapi harga tak kunjung turun lebih jauh dan dana terus mengalir masuk, saya akan mengubah pandangan.
Perlahan saya mulai memahami satu hal:
Dasar yang sesungguhnya bukanlah saat semua orang merasa harga sudah sangat murah.
Melainkan saat kabar buruk tak lagi mampu menakut-nakuti para pemegang terakhir, sementara dana saya bisa menunggu dengan sabar.⏳
🤔 Sejujurnya, saya kini lebih berhati-hati terhadap pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek dibandingkan beberapa hari lalu.
Ada sinyal divergensi yang patut diwaspadai:
imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun, dolar melemah, dan emas menguat.
Dalam kondisi normal, ini seharusnya menguntungkan BTC.
Namun, harga sempat merosot mendekati 80.000 dolar AS.
Tambahkan satu data penting: pada 14 Oktober, ETF spot BTC AS mencatat arus keluar bersih sebesar 261 juta dolar AS.
Ini memunculkan dugaan: pasar saat ini mungkin bukan sedang memperdagangkan «pelonggaran likuiditas di masa depan», melainkan «kepanikan mencari aset aman».
Penurunan imbal hasil Treasury AS bisa terjadi dalam dua skenario:
✅ Skenario pertama: pasar bertaruh pada pemangkasan suku bunga, dan dana ingin mengalir ke aset berisiko.
Skenario kedua: karena takut, orang-orang berbondong-bondong membeli obligasi pemerintah untuk mencari perlindungan.
Jika skenario kedua yang terjadi, penurunan imbal hasil belum tentu bisa menopang harga Bitcoin.
Selanjutnya, pantau tiga indikator utama 👀
1️⃣ Apakah BTC bisa kembali bertahan di atas level 83.000?
2️⃣ Apakah arus dana ETF bisa kembali mencatat arus masuk bersih secara konsisten?
3️⃣ Saat imbal hasil Treasury AS terus turun, apakah BTC akan memantul atau tetap lesu?
Sekalipun kondisi makro membaik, jika pembeli tetap tidak muncul, saya akan tetap berhati-hati.
Sebaliknya, jika muncul kabar buruk lagi tetapi harga tak kunjung turun lebih jauh dan dana terus mengalir masuk, saya akan mengubah pandangan.
Perlahan saya mulai memahami satu hal:
Dasar yang sesungguhnya bukanlah saat semua orang merasa harga sudah sangat murah.
Melainkan saat kabar buruk tak lagi mampu menakut-nakuti para pemegang terakhir, sementara dana saya bisa menunggu dengan sabar.⏳