Shiba Inu CFN

  • Pembakaran SHIB bersifat permanen, tetapi dampaknya terhadap harga akan bergantung pada permintaan yang berkelanjutan terhadap koin ini, likuiditasnya, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

  • Shiba Inu dimulai dengan satu kuadriliun token, dan sekitar 41% dari jumlah tersebut dilaporkan telah dibakar, sebagian besar melalui transaksi besar pada awal tahun.

  • Aktivitas Shibarium turut menjadi bahan pembahasan pembakaran token, tetapi jumlah transaksi yang lebih tinggi tidak otomatis menghasilkan peningkatan pembakaran SHIB yang sebanding.

Seiring melonjaknya permintaan dan berkurangnya pasokan token, pertanyaan yang ada di benak semua orang adalah apakah SHIB dapat mempertahankan momentumnya dan mendorong valuasi pasar di masa mendatang.

Target Pembakaran Token Pasokan Shiba Inu

Pembakaran token Shiba Inu adalah mekanisme yang secara permanen mengeluarkan token dari peredaran sehingga tidak dapat digunakan untuk transaksi di masa mendatang. Proses ini biasanya melibatkan pengiriman token ke alamat blockchain yang tidak dapat diakses siapa pun. Akibatnya, token yang telah dibakar tidak dapat kembali ke pasar melalui perdagangan biasa.

BSCN baru-baru ini mengulas alasan para pendukung Shiba Inu memantau transaksi ini dan perubahan tingkat pembakaran dengan saksama. Laporan tersebut menjelaskan bagaimana pengurangan pasokan dapat mendukung nilai ketika permintaan tetap stabil atau meningkat. Namun, pembakaran token saja tidak dapat menjamin kenaikan nilai.

https://twitter.com/BSCNews/status/2109589529623773287?s=20

Shiba Inu memasuki pasar pada Agustus 2020 dengan pasokan awal sebanyak satu kuadriliun token. Menurut BSCN, sekitar 41% dari pasokan tersebut dilaporkan telah dibakar. Sebagian besar pengurangan itu terjadi setelah Vitalik Buterin membakar 410,24 triliun SHIB pada Mei 2021.

Transaksi tersebut merupakan pengurangan pasokan yang signifikan dibandingkan dengan aktivitas yang dilaporkan setelahnya. Transaksi itu juga menggambarkan dampak peristiwa individual terhadap jumlah total token yang dibakar. Namun, perhatian perlu diberikan pada transaksi yang lebih baru dan perkiraan pasokan yang beredar.

Angka Pembakaran Terkini Memberi Perspektif tentang Kelangkaan

Menurut BSCN, 707,5 juta SHIB telah dibakar dalam 30 hari hingga 9 Oktober 2026. Meskipun jumlahnya besar, angka tersebut hanya sekitar 0,000121% dari pasokan yang beredar. Persentase ini penting untuk dipertimbangkan saat menilai besarnya pembakaran baru-baru ini.

Jumlah token yang sangat besar dapat menjadi bahan perbincangan komunitas, terutama jika pemberitahuan pembakaran dibagikan di media sosial. Namun, jumlah absolut tidak cukup untuk menyimpulkan apakah pengurangan pasokan terjadi pada tingkat yang berarti. Membandingkan token yang dibakar dengan pasokan yang beredar memberikan ukuran perubahan relatif yang lebih jelas.

Perbedaan antara pembakaran pada masa lalu dan yang baru-baru ini juga penting untuk memahami aktivitas saat ini. Transaksi Buterin mencakup porsi yang signifikan dari pengurangan kumulatif yang dilaporkan. Namun, angka 30 hari tersebut jauh lebih kecil daripada perubahan pasokan yang tersedia pada periode terkini.

Bagi para pemegang token, tingkat pembakaran merupakan cara yang berguna untuk memantau perkembangan ini dari waktu ke waktu. Catatan transaksi dapat memastikan jumlah token yang telah dikeluarkan dari peredaran secara permanen. Namun, catatan tersebut tidak dapat dengan sendirinya membuktikan peningkatan permintaan atau memprediksi harga pasar di masa mendatang.

Aktivitas Shibarium dan Permintaan Pasar Tetap Penting

Shibarium, jaringan lapis-2 Shiba Inu, merupakan bagian lain dari pembahasan pembakaran dalam ekosistem ini. BSCN mencatat bahwa aktivitas jaringan mencakup transfer BONE dari Shibarium ke Ethereum. Mekanisme ini turut memengaruhi pembahasan tentang kaitan transaksi ekosistem dengan pembakaran SHIB.

Namun, peningkatan transaksi jaringan tidak serta-merta menghasilkan peningkatan jumlah token yang dibakar secara proporsional. Hubungan tersebut bergantung pada mekanisme yang mengaitkan aktivitas jaringan dengan pengeluaran token dari peredaran. Karena itu, pertumbuhan transaksi dan jumlah token yang dibakar harus dinilai secara terpisah.

Permintaan pasar tetap menjadi faktor penting lainnya saat menilai potensi dampak pengurangan pasokan. Bahkan pembakaran token secara permanen mungkin hanya berdampak terbatas ketika minat pembeli menurun. Pergerakan harga juga dipengaruhi likuiditas, kondisi pasar, dan sentimen investor.

Jika permintaan tetap stabil atau meningkat, pasokan yang lebih rendah dapat memberikan dampak positif. Sebaliknya, permintaan yang lebih rendah dapat mengimbangi dampak penurunan pasokan token. Perbedaan ini membuat statistik pembakaran bukan ukuran yang andal untuk memperkirakan kemungkinan kenaikan nilai di masa depan.

Persoalan utama bagi investor Shiba Inu adalah apakah pembakaran harus terus dilakukan atau apakah permintaan yang berkelanjutan dapat tercipta. Angka pasokan menunjukkan jumlah token yang telah dikeluarkan dari peredaran, sedangkan aktivitas pasar mencerminkan minat beli. Kedua ukuran ini tetap diperlukan untuk menilai apakah pembakaran token dapat memengaruhi valuasi SHIB dalam jangka panjang.