$TSMB Unggahan ini menjelaskan bahwa anjloknya pasar saham Asia secara besar-besaran dipicu oleh gabungan kekhawatiran atas pasokan semikonduktor, data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Berikut empat alasan utama yang dijabarkan dalam unggahan tersebut:
• Kelebihan Pasokan Cip Memori: Sebuah surat kabar keuangan besar Korea Selatan memperingatkan bahwa lonjakan bisnis cip memori yang kini menguntungkan dapat berbalik dalam 2–3 tahun (pada 2029), saat pasokan baru dalam jumlah besar mulai tersedia.
• Ekspansi Pesat Tiongkok: Elon Musk memperingatkan bahwa Tiongkok akan memproduksi RAM secara massal pada 2028, sehingga mempercepat terjadinya kelebihan pasokan. CXMT Tiongkok menargetkan produksi 500.000 wafer per bulan pada 2028, dan Morgan Stanley memperkirakan Tiongkok akan menguasai 30% kapasitas DRAM global yang baru.
• Inflasi AS yang Lebih Tinggi: CPI AS bulan September naik menjadi 3,7% (melampaui perkiraan 3,6%), sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve meningkat. Hal ini memicu aksi jual saham cip AS selama enam hari senilai $1,6 triliun, yang dampaknya meluas ke Asia.
• Guncangan Minyak akibat Geopolitik: Ketegangan yang meningkat dan kekhawatiran akan serangan militer AS besar-besaran terhadap Iran membuat harga minyak bertahan di kisaran $95 per barel, sehingga semakin merusak sentimen pasar.
Berikut empat alasan utama yang dijabarkan dalam unggahan tersebut:
• Kelebihan Pasokan Cip Memori: Sebuah surat kabar keuangan besar Korea Selatan memperingatkan bahwa lonjakan bisnis cip memori yang kini menguntungkan dapat berbalik dalam 2–3 tahun (pada 2029), saat pasokan baru dalam jumlah besar mulai tersedia.
• Ekspansi Pesat Tiongkok: Elon Musk memperingatkan bahwa Tiongkok akan memproduksi RAM secara massal pada 2028, sehingga mempercepat terjadinya kelebihan pasokan. CXMT Tiongkok menargetkan produksi 500.000 wafer per bulan pada 2028, dan Morgan Stanley memperkirakan Tiongkok akan menguasai 30% kapasitas DRAM global yang baru.
• Inflasi AS yang Lebih Tinggi: CPI AS bulan September naik menjadi 3,7% (melampaui perkiraan 3,6%), sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve meningkat. Hal ini memicu aksi jual saham cip AS selama enam hari senilai $1,6 triliun, yang dampaknya meluas ke Asia.
• Guncangan Minyak akibat Geopolitik: Ketegangan yang meningkat dan kekhawatiran akan serangan militer AS besar-besaran terhadap Iran membuat harga minyak bertahan di kisaran $95 per barel, sehingga semakin merusak sentimen pasar.