Pendiri Hyperliquid Menegaskan Batas yang Jelas dalam Regulasi Kripto AS ⚖️

Pendiri Hyperliquid, Jeff Yan, membuat pembedaan yang dapat membentuk perdebatan tentang keuangan terdesentralisasi: regulator sebaiknya berfokus pada perusahaan yang mengoperasikan platform perdagangan, alih-alih memperlakukan blockchain yang mendasarinya sebagai bursa tradisional. Pandangan ini, yang disoroti dalam liputan CoinDesk baru-baru ini, muncul saat regulator AS dan perusahaan kripto terus mencari kejelasan tentang bagaimana kontrak berjangka perpetual dan perdagangan onchain seharusnya diawasi.

Pembedaan ini penting karena ekosistem Hyperliquid memadukan infrastruktur blockchain dengan aplikasi yang menawarkan perdagangan berleverage. Aturan yang ditujukan kepada operator terpusat mungkin tidak dapat diterapkan begitu saja pada protokol terdesentralisasi, tempat eksekusi dan penyelesaian transaksi dapat berlangsung secara onchain. Namun, platform yang melayani pelanggan di yurisdiksi dengan regulasi tertentu mungkin tetap memiliki kewajiban terkait perizinan, pembatasan akses, dan perlindungan investor. Tantangannya adalah menemukan kerangka kerja yang menangani risiko tersebut tanpa memperlakukan setiap lapisan teknologi dengan cara yang sama.

Bagi HYPE, kejelasan regulasi dapat memengaruhi kemampuan protokol ini untuk memperluas jangkauan dan menarik lebih banyak pengguna. Dana Bantuan Hyperliquid telah mengumpulkan lebih dari 48 juta HYPE melalui program pembelian kembali, yang menunjukkan besarnya pembelian token yang didanai oleh biaya. Namun, pembelian kembali saja tidak dapat menghilangkan ketidakpastian regulasi atau menjamin permintaan yang berkelanjutan. Cara pembuat kebijakan AS membedakan infrastruktur blockchain dari bisnis yang dibangun di atasnya bisa jadi sama pentingnya dengan aktivitas perdagangan.

Apakah regulator sebaiknya berfokus pada perusahaan yang menjalankan pasar kripto, ataukah protokol terdesentralisasi harus tunduk pada aturan yang sama dengan bursa terpusat?